Sabtu, 13 Desember 2008

Adam Bukan Manusia Pertama, Banyak Adam Lainnya

Pengantar

Salah satu pertanyaan paling menarik dimuka bumi ini adalah apakah benar bahwa Adam adalah manusia pertama? Apakah tuhan hanya menciptakan 1 orang manusia pertama saja? Apabila anda menjawab: "Ya, Pasti!!", maka tentunya tuhan sudah mengijinkan terjadinya inses atau persetubuhan diantara saudara kandung! Kemudian bertahun-tahun setelah itu tuhan juga mengkoreksi ijin tersebut.
Mungkin saja banyak orang tidak mempersoalkan hal ini dan menerima bahwa Adam sebagai manusia pertama namun demikian saya coba untuk mengkaji hal tersebut berdasarkan apa yang tertulis di

Setelah itu, saya persilakan sidang pembaca untuk memutuskanya.



Ajaran Kristen

Kejadian 1-2 alkitab

Hari 1, Kej 1:1-5
Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.

Note saya:
Kalimat pertama di kej 1:1, menyatakan tentang urutan penciptaan bumi langit dan segala isinya oleh roh allah.
Bumi tidak ada, kecuali air dalam suatu wadah tertentu,gelap guilita dan roh allah yang melayang. Perhatikan kata dan menunjukan bahwa kejadian bersamaan!!!!!!!!
Siang, malam dan pagi diciptakan di Hari 1, tidak ada bintang, matahari dan bumi!!!!!)
Tidak ada penjelasan yang menciptakan air itu siapa! Ini juga mengindikasikan bahwa air dan roh allah(allah) diciptakan oleh Sesuatu yang lain (Tuhan) di hari 1 bukti:

  1. Samudera raya sudah ada dan tidak ada kata menciptakan
  2. ada roh allah(allah) melayang!

Hari 2, Kej 1:6-8
Berfirmanlah Allah: "Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air." Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian. Lalu Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua.

Note saya:
Hari ke 2 baru urutannya adalah memisahkan air dan cakrawala yang kemudian disebut langit. Pada hari ke 2 adalah diciptakan Langit oleh allah!

Hari 3, Kej 1-9:13
Berfirmanlah Allah: "Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering." Dan jadilah demikian. Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Berfirmanlah Allah: "Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi." Dan jadilah demikian. Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ketiga.

Note saya:
Urutan berikutnya adalah memisahkan Daratan dan air (laut). Inilah yang disebut BUMI kemudian dilanjutkan proses pengisian mahluk di darat dengan tumbuhan, yang pada hari yang sama sudah berbuah

Hari 4: Kej 1: 14-19
Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun, dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian. Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.
Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi, dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat.

Note saya:
Urutan berikutnya dihari ke 3 adalah menciptakan Bintang, Matahari dan bulan. Lihat kontradiksi kejadian 1 belum sampai 2 halaman sudah terjadi!

Hari 5: Kej 1: 20-23
Berfirmanlah Allah: "Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala." Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis burung yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Lalu Allah memberkati semuanya itu, firman-Nya: "Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah serta penuhilah air dalam laut, dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak." Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kelima.

Note saya:
Kitab kejadian menyatakan urutan berikutnya adalah penciptaan kehidupan laut dan udara yang terjadi bersamaan dan belum ada kehidupan darat!!!!!

Hari 6: Kej 1: 24-31
Berfirmanlah Allah: "Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar." Dan jadilah demikian. Allah menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi." Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu. Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya." Dan jadilah demikian. Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.

Note saya:
Kitab kejadian menyatakan bahwa urutan pada hari ke enam adalah Binatang darat diciptakan dan kemudian menciptakan manusia laki dan perempuan adalah sekaligus menurut rupa kita (kita dalam bentuk jamak!!, tidak menggunakan kata Ku)
Lihat allah dalam bentuk jamak!!! (note: bukti menunjukan bahwa samudera raya dan allah ada bersamaan dan tidak ada bukti yang menyatakan bahwa samudera raya diciptakan oleh allah (kejadian 1:2)
Kemungkinan logisnya adalah Tuhan menciptakan banyak allah sehingga masing2 allah tersebut menciptakan laki dan perempuan! Sehingga tidak perlu ada perkawinan inses (sedarah) dari awal mula! Sehingga mereka dapat berkuasa!!!
Ini adalah sejalan dengan kenyataan bahwa perkawinan sedarah yang dilakukan turun temurun, maka musnah pada turunan ke 7.

Kejadian 2: 1-4
Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya, Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu. Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan.

Kejadian 2: 5-8

Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit, --belum ada semak apapun di bumi, belum timbul tumbuh-tumbuhan apapun di padang, sebab TUHAN Allah belum menurunkan hujan ke bumi, dan belum ada orang untuk mengusahakan tanah itu; tetapi ada kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi itu--ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu.

Note saya:
Kata manusia disebutkan 2 kali yaitu pada hari ke 6 dan setelah hari ke 7. klaim bahwa 1 hari di surga = 1000 hari juga harus dikoreksi karena yang tepat kalimat menurut perjanjian lama adalah 1 hari ditempat-Mu adalah 1000 hari ditempat lain(Mazmur 84:10)
---------------------------------------<<<<


Dikitab kejadian 3, kecuali pengusiran adam, tidak ada kalimat yang menyatakan adam bersetubuh dengan hawa. Kalimat persetubuhan itu mulai muncul di kejadian ke 4.

Kej 4.1-4
Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: "Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN." Selanjutnya dilahirkannyalah Habel, adik Kain; dan Habel menjadi gembala kambing domba, Kain menjadi petani. Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan; Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu,

Disini tuhan mereka hanya menerima 2 persembahan tidak dari yang lainnya.
Kej 4:25
Adam bersetubuh pula dengan isterinya, lalu perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki dan menamainya Set, sebab katanya: "Allah telah mengaruniakan kepadaku anak yang lain sebagai ganti Habel; sebab Kain telah membunuhnya."

Tidak diceritakan ada anak lain dengan nama lain, kejadian ini penting mengingat adam dengan tegas menyatakan anak pengganti habel yang dibunuh kain

Kej 5:3
Setelah Adam hidup seratus tiga puluh tahun, ia memperanakkan seorang laki-laki menurut rupa dan gambarnya, lalu memberi nama Set kepadanya.
Ini bukti bahwa sebelum set lahir mereka cuma berdua saja!, kain sulung habel ke 2.

Kej. 4:9
Firman TUHAN kepada Kain: "Di mana Habel, adikmu itu?" Jawabnya: "Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?"

Kej.4:14-15
Engkau menghalau aku sekarang dari tanah ini dan aku akan tersembunyi dari hadapan-Mu, seorang pelarian dan pengembara di bumi; maka barangsiapa yang akan bertemu dengan aku, tentulah akan membunuh aku." Firman TUHAN kepadanya: "Sekali-kali tidak! Barangsiapa yang membunuh Kain akan dibalaskan kepadanya tujuh kali lipat." Kemudian TUHAN menaruh tanda pada Kain, supaya ia jangan dibunuh oleh barangsiapapun yang bertemu dengan dia.

Bukti berikutnya adalah pada kej 4:14-15, kalau kain mempunyai saudara lain, maka kain tidak akan mengatakan barang siapapun tapi kakak/adik atau saudara…

Misalkan kita anggap kain panik dan lupa, maka tuhan pun tidak setolol itu untuk juga lupa kalau kain mempunyai saudara yang harus disebut kakak/adik atau saudara, sementara di ayat sebelumnya tuhan jelas menyatkatan kata adik!(kej.4:9)

Kej 5:4-5
Umur Adam, setelah memperanakkan Set, delapan ratus tahun, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan. Jadi Adam mencapai umur sembilan ratus tiga puluh tahun, lalu ia mati.

Setelah itu, adam tidak berketurunan siapapun selam 670 tahun. Dan anak yang ke 4 dan ke 5 atau anak kembar yang ke 4 pada tahun hidup ia yang ke 800.

Kej 5:6-8
Setelah Set hidup seratus lima tahun, ia memperanakkan Enos. Dan Set masih hidup delapan ratus tujuh tahun, setelah ia memperanakkan Enos, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan. Jadi Set mencapai umur sembilan ratus dua belas tahun, lalu ia mati.

Jadi,

  1. Tertulis bahwa KITA(bentuk Jamak) menciptakan manusia menurut rupa kita, sehingga MEREKA bisa berkuasa atas……(kejadian 1:30)
  2. Ketika ADAM berumur 130 tahun lahir Set (kejadian 5). Jadi ketika Adam dibawah 130 tahun lahir Habal, Kain,
  3. Saat Kain membunuh Habal umur adam masih DIBAWAH 130 tahun (kejadian 4)
  4. Saat Kain akan dibuang ke tanah NOD, Tuhan menyatakan bahwa: kain diberkati untuk tidak dapat dibunuh oleh "barangsiapapun yang bertemu dengan dia" dan yang membunuh KAIN maka kepadanya akan dibalas 7 kali lipat (kejadian 4) Berarti ada orang lain yang bukan binatang yang dapat membunuh kain!
  5. Tidak diceritakan bahwa Kain membawa istri ke tanah NOD, namun ditanah Nod:
    • Ia bersetubuh dengan istrinya dan melahirkan Henokh,
    • Ia mendirikan kota dengan nama Henokh (berarti ada penduduk) (kejadian 4)
  1. Ketika ADAM berumur 800 tahun lahir laki dan perempuan (kejadian 5)

Kesimpulan:
Sebelum Adam berumur 130 tahun sudah ada sekumpulan orang sehingga Kain harus mendapat jaminan untuk tidak dapat dibunuh oleh barangsiapun, yang juga membuatnya dapat mendirikan kota . Tuhan menciptakan banyak MANUSIA2 lainnya bukan cuma ADAM dan bahwa ADAM adalah manusia pertama untuk seluruh umat manusia adalah TIDAK BENAR


[Pengantar]

Ajaran Islam

Apakah gunanya Iblis di usir dari surga dan bersumpah untuk menggoda Iman manusia2, kalau tidak ada manusia yang digoda? Nah pertanyaan itu lah yang kita telusuri:

Petunjuk2 di AQ menyatakan bahwa saat Iblis di usir dari Surga dan bersumpah untuk menggoda manusia, ternyata Adam masih berada di surga!

berikut petunjuk2 yang ada(Cuplikan ayat2 AQ yang relevan saya letakan dibawah):

  • Lihat di 2:30, 7:10 allah bilang menempatkan manusia dibumi dan/atau sebagai Khalifah (tentunya relevan dikatakan pula sebagai Khalifah bagi manusia lainnya)
  • Diusirnya Iblis di Surga lebih dahulu sebelum adam(7:13, 7:18,15:34, 38:77) dan Niatan Iblis/syaitan untuk menggoda Iman "mereka"
  • Allah menyatakan Adam agar mendiami Surga (2:35, 7:19)
  • AQ 2:36, 7:24 ALLAH memerintahkan Adam Turun dari SURGA sebagai HUKUMAN BUKAN PENEMPATAN

Adam dan Hawa JELAS belum turun dari surga, saat Iblis Diusir!

Iblis/syaitan terlebih dahulu menyatakan akan menggoda Iman "mereka".... sebelum Allah melakukan penempatan Adam di surga

Jadi Siapakah yang dimaksudkan "mereka" oleh iblis? bukankah ini merujuk pada kalimat 7:10 dimana ada manusia di bumi dan ayat berikutnya baru menciptakan Adam?

Apabila "mereka" tidak dimaksudkan manusia lainnya, bukankah pertanyaannya adalah tetap yaitu kepada siapa Iblis/syetan itu berkehendak menggoda Iman..sementara saat Iblis di usir, Adam belum lah melanggar perintah dan belum diusir?

Ini adalah indikasi yang sangat kuat bahwa ada mahluk lain serupa manusia selain ADAM HAWA di BUMI? atau

Ada juga Indikasi bahwa Allah memang menghendaki Iblis mengganggu keturunan ADAM dan HAWA (lihat penjelasan 529)..maka sangat jelas bahwa kisah turunnya Adam dan Hawa di bumi merupakan KISAH KONSPIRASI Allah dan Iblis/Syaitan( 2:30)...dengan skenario sebagai berikut:

  • Terlebih dahulu membuat Iblis turun di Dunia dengan memerintahkan menyembah dan Iblis menolak
  • Mengingatkan Adam dan Hawa jangan dengar Iblis dan menyatakan mereka musuh (20:117) dan jangan sampai keluarkan dari surga (20:117), jangan makan buah pohon itu (Allah tidak menyebutkan nama pohon...Iblislah yang menyebut buah itu adalah Buah Khuldi)..mengapa perlu ada perintah untuk itu?
  • Setelah di usir dari surga Iblis menggoda dan mengiming2i mereka makan buah itu disurga..(kenapa Iblis masih bisa ada disurga? bukankah sudah diusir? sedangkan saat mencuri dengar ayat saja...malaikat aktif memburunya dengan melemparnya dengan api, 15:18, 37:8-10)
  • Bukankah ditegaskan bahwa disurga tidak akan kelaparan dan dahaga?(20:118- 119)
  • ADAM dan HAWA makan Buah Itu lalu
  • O..o kamu ketahuan...pas makan lagi....

Perhatikan pula bahwa:

Allah mengatakan bahwa Bahwa adam dan Hawa tidak telanjang disurga(20:118) tapi saat makan buah kurdi mereka menutup aurat dengan daun surga(7:22, 20:121), padahal di ayat 7:20 auratnya tertutup.

Jadi kesimpulannya adalah :

  • Ada Manusia lain selain Adam, sehingga menyebabkan Iblis berkata akan menggoda Iman "mereka" atau
  • Ada "Konspirasi" antara Tuhan dan Iblis, sehingga Adam turun kedunia dan menjadi Khalifah di dunia menjadi kenyataan dan "ada kemungkinan" adam menjadi manusia pertama, karena Khalifah bisa saja merujuk menjadi pemimpin manusia lainnya yang sudah ada...ya toh...

Note:

merujuk pada "keluguan" adam dan Hawa mau memakan buah khuldi, maka bisa dipastikan juga bahwa Adam dan Hawa bukan juga leluhur bagi Orang Tionghoa...

Kalau mereka leluhur Orang Tionghoa, sudah pasti yang dilakukan mereka adalah membudidayakan pohon Khuldi dan setelah banyak menjualnya kepada para malaikat (dan juga Iblis) serta memberikan beberapa butir persembahan kepada Allah...baru kemudian dilakukan acara makan bersama..

Pasti Allah pusing untuk memberikan hukuman karenanya!

Kumpulan ayat AQ yang relevan:

2:30-36, Allah berencana menjadikan manusia menjadi Khalifah, Syaitan/Iblis menggoda Eva

wa-idz qaala rabbuka lilmalaa-ikati innii jaa'ilun fii al-ardhi khaliifatan qaaluu ataj'alu fiihaa man yufsidu fiihaa wayasfiku alddimaa-a wanahnu nusabbihu bihamdika wanuqaddisu laka qaala innii a'lamu maa laa ta'lamuuna

[2:30] Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."


wa'allama aadama al-asmaa-a kullahaa tsumma 'aradhahum 'alaaalmalaa-ikati faqaala anbi-uunii bi-asmaa-i haaulaa-i in kuntum shaadiqiina

[2:31] Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!"


qaaluu subhaanaka laa 'ilma lanaa illaa maa 'allamtanaa innaka anta al'aliimu alhakiimu

[2:32] Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana35."


qaala yaa aadamu anbi/hum bi-asmaa-ihim falammaa anba-ahum bi-asmaa-ihim qaala alam aqul lakum innii a'lamu ghayba alssamaawaati waal-ardhi wa-a'lamu maa tubduuna wamaa kuntum taktumuuna

[2:33] Allah berfirman: "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini." Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: "Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan ?"

wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa abaaistakbara wakaana mina alkaafiriina wa

[2:34] Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah36 kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.


waqulnaa yaa aadamu uskun anta wazawjuka aljannata wakulaa minhaahaytsu syi/tumaa walaa taqrabaa haadzihi alsysyajarata fatakuunaa mina alzhzhaalimiina raghadan

[2:35] Dan Kami berfirman: "Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini37. yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim.
37: Pohon yang dilarang Allah mendekatinya tidak dapat dipastikan, sebab Al Qur'an dan Hadist tidak menerangkannya. Ada yang menamakan pohon khuldi sebagaimana tersebut dalam surat Thaha ayat 120, tapi itu adalah nama yang diberikan syaitan.


fa-azallahumaa alsysyaythaanu 'anhaa fa-akhrajahumaa mimmaa kaanaaaa ihbithuu ba'dhukum liba'dhin 'aduwwun walakum fii al-ardhi mustaqarrun wamataa'un ilaa hiinin fiihi waquln
[2:36] Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu38 dan dikeluarkan dari keadaan semula39 dan Kami berfirman: "Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan."


7:10-24, Adam dan hawa turun kebumi oleh syaitan/Iblis

walaqad makkannaakum fii al-ardhi waja'alnaa lakum fiihaa ma'aayisya qaliilan maa tasykuruuna
[7:10] Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur.

walaqad khalaqnaakum tsumma shawwarnaakum tsumma qulnaaaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa lam yakun mina alssaajidiina lilmal

[7:11] Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: "Bersujudlah kamu kepada Adam", maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud.


qaala maa mana'aka allaa tasjuda idz amartuka qaala anaa khayrun minhu khalaqtanii min naarin wakhalaqtahu min thiinin

[7:12] Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab iblis "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah".


qaala faihbith minhaa famaa yakuunu laka an tatakabbara fiihaa faukhruj innaka mina alshshaaghiriina
[7:13] Allah berfirman: "Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina".


qaala anzhirnii ilaa yawmi yub'atsuuna

[7:14] Iblis menjawab: "Beri tangguhlah saya529 sampai waktu mereka dibangkitkan" .

529: Maksudnya: janganlah saya dan anak cucu saya dimatikan sampai hari kiamat sehingga saya berkesempatan menggoda Adam dan anak cucunya.


qaala innaka mina almunzhariina

[7:15] Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh."


qaala fabimaa aghwaytanii la-aq'udanna lahum shiraathaka almustaqiima

[7:16] Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang- halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,


tsumma laaatiyannahum min bayni aydiihim wamin khalfihim wa'an aymaanihim wa'an syamaa-ilihim walaa tajidu aktsarahum syaakiriina

[7:17] kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan men-dapati kebanyakan mereka bersyukur (ta'at).


qaala ukhruj minhaa madzuuman madhuuran laman tabi'aka minhum la-amla-anna jahannama minkum ajma'iina

[7:18] Allah berfirman: "Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya".


wayaa aadamu uskun anta wazawjuka aljannata fakulaa min haytsu syi/tumaaaa taqrabaa haadzihi alsysyajarata fatakuunaa mina alzhzhaalimiina wal

[7:19] (Dan Allah berfirman): "Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan isterimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim."


fawaswasa lahumaa alsysyaythaanu liyubdiya lahumaa maa wuuriya 'anhumaa min saw-aatihimaa waqaala maa nahaakumaa rabbukumaa 'an haadzihi alsysyajarati illaa an takuunaa malakayni aw takuunaa mina alkhaalidiina

[7:20] Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: "Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)".


waqaasamahumaa innii lakumaa lamina alnnaasihiina

[7:21] Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. "Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua",


fadallaahumaa bighuruurin falammaa dzaaqaa alsysyajarata badat lahumaaaatuhumaa wathafiqaa yakhshifaani 'alayhimaa min waraqi aljannati wanaadaahumaa rabbuhumaa alam anhakumaa 'an tilkumaa alsysyajarati wa-aqul lakumaa inna alsysyaythaana lakumaa 'aduwwun mubiinun saw-

[7:22] maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: "Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: "Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?"


qaalaa rabbanaa zhalamnaa anfusanaa wa-in lam taghfir lanaahamnaa lanakuunanna mina alkhaasiriina water

[7:23] Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.


qaala ihbithuu ba'dhukum liba'dhin 'aduwwun walakum fii al-ardhi mustaqarrun wamataa'un ilaa hiinin

[7:24] Allah berfirman: "Turunlah kamu sekalian, sebahagian kamu menjadi musuh bagi sebahagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan".


qaala fiihaa tahyawna wafiihaa tamuutuuna waminhaa tukhrajuuna

[7:25] Allah berfirman: "Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan.


(15:28-39) kisah Iblis turun dari surga sebelum adam dan berjanji akan mengganggu "mereka"

qaala lam akun li-asjuda libasyarin khalaqtahu min shalshaalin min hama-in masnuunin

[15:33] Berkata Iblis: "Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk"


qaala faukhruj minhaa fa-innaka rajiimun

[15:34] Allah berfirman : "Keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk,


wa-inna 'alayka alla'nata ilaa yawmi alddiini

[15:35] dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari kiamat".


qaala rabbi fa-anzhirnii ilaa yawmi yub'atsuuna

[15:36] Berkata iblis: "Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai

hari (manusia) dibangkitkan797,


qaala rabbi bimaa aghwaytanii lauzayyinanna lahum fii al-ardhi walaughwiyannahum ajma'iina
[15:39] Iblis berkata : "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma'siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,


20:116-123, kisah Allah mengingatkan Ibis adalah musuh!
wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa abaa
[20:116] Dan (ingatlah) ketika Kami berkata kepada malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam", maka mereka sujud kecuali iblis. Ia membangkang.


faqulnaa yaa aadamu inna haadzaa 'aduwwun laka walizawjika falaaaa mina aljannati fatasyqaa yukhrijannakum

[20:117] Maka Kami berkata: "Hai Adam, sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi isterimu, maka sekali-kali janganlah sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka.


inna laka allaa tajuu'a fiihaa walaa ta'raa

[20:118] Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan di dalamnya dan tidak akan telanjang,


wa-annaka laa tazhmau fiihaa walaa tadhaa

[20:119] dan sesungguhnya kamu tidak akan merasa dahaga dan tidak (pula) akan ditimpa panas matahari di dalamnya".


fawaswasa ilayhi alsysyaythaanu qaala yaaaadamu hal adulluka 'alaaalkhuldi wamulkin laaaa syajarati yabl

[20:120] Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: "Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi949 dan kerajaan yang tidak akan binasa?"


fa-akalaa minhaa fabadat lahumaa saw-aatuhumaa wathafiqaa yakhshifaani 'alayhimaa min waraqi aljannati wa'ashaa aadamu rabbahu faghawaa

[20:121] Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia950.

950: Yang dimaksud dengan "durhaka" di sini ialah melanggar larangan Allah karena lupa, dengan tidak sengaja, sebagaimana disebutkan dalam ayat 115 surat ini. Dan yang dimaksud dengan "sesat" ialah mengikuti apa yang dibisikkan syaitan. Kesalahan Adam a.s. meskipun tidak begitu besar menurut ukuran manusia biasa sudah dinamai durhaka dan sesat, karena tingginya martabat Adam a.s. dan untuk menjadi teladan bagi orang besar dan pemimpin-pemimpin agar menjauhi perbuatan-perbuatan yang terlarang bagaimanapun kecilnya.


tsumma ijtabaahu rabbuhu fataaba 'alayhi wahadaa

[20:122] Kemudian Tuhannya memilihnya951 maka Dia menerima taubatnya dan memberinya petunjuk.

951: Maksudnya: Allah memilih Nabi Adam a.s. untuk menjadi orang yang dekat kepada-Nya.


qaala ihbithaa minhaa jamii'an ba'dhukum liba'dhin 'aduwwun fa-immaaaaya falaa yadhillu walaaaa ya/tiyannakum minnii hudan famani ittaba'a hud yasyq

[20:123] Allah berfirman: "Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.
949: Pohon itu dinamakan "Syajaratulkhuldi" (Pohon kekekalan), karena menurut syaitan, orang yang memakan buahnya akan kekal, tidak akan mati, selanjutnya lihat not37.


38:71-84 kisah Iblis turun dari surga dan menyesatkan "mereka"

qaala yaa ibliisu maa mana'aka an tasjuda limaa khalaqtu biyadayya astakbarta am kunta mina al'aaliina

[38:75] Allah berfirman: "Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?".


qaala anaa khayrun minhu khalaqtanii min naarin wakhalaqtahu min thiinin

[38:76] Iblis berkata: "Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah".


qaala faukhruj minhaa fa-innaka rajiimun

[38:77] Allah berfirman: "Maka keluarlah kamu dari surga; sesungguhnya kamu adalah orang yang terkutuk,


wa-inna 'alayka la'natii ilaa yawmi alddiini

[38:78] Sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan".


qaala rabbi fa-anzhirnii ilaa yawmi yub'atsuuna

[38:79] Iblis berkata: "Ya Tuhanku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan" .


qaala fa-innaka mina almunzhariina

[38:80] Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh,


yawmi alwaqti alma'luumi

[38:81] sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya (hari Kiamat)".


qaala fabi'izzatika laughwiyannahum ajma'iina

[38:82] Iblis menjawab: "Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya,


illaa 'ibaadaka minhumu almukhlashiina

[38:83] kecuali hamba-hamba- Mu yang mukhlis di antara mereka1305

1305: Lihat not799

799: Yang dimaksud dengan "mukhlis" ialah orang-orang yang telah diberi taufiq untuk mentaati segala petunjuk dan perintah Allah s.w.t.


qaala faalhaqqu waalhaqqa aquulu

[38:84] Allah berfirman: "Maka yang benar (adalah sumpah-Ku) dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan".


a-amla-anna jahannama minka wamimman tabi'aka minhum ajma'iina
[38:85] Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi neraka Jahannam dengan jenis kamu dan dengan orang-orang yang mengikuti kamu di antara mereka kesemuanya.

Syaitan mencuri dengar:
llaa mani istaraqa alssam'a fa-atba'ahu syihaabun mubiinun
[15:18] kecuali syaitan yang mencuri-curi (berita) yang dapat didengar (dari malaikat) lalu dia dikejar oleh semburan api yang terang.

laa yassamma'uuna ilaa almala-i al-a'laa wayuqdzafuuna min kulli jaanibin
[37:8] syaitan syaitan itu tidak dapat mendengar-dengarkan (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru.

duhuuran walahum 'adzaabun waasibun
[37:9]
Untuk mengusir mereka dan bagi mereka siksaan yang kekal,

illaa man khathifa alkhathfata fa-atba'ahu syihaabun tsaaqibun
[37:10] akan tetapi barangsiapa (di antara mereka) yang mencuri-curi (pembicaraan) ; maka ia dikejar oleh suluh api yang cemerlang.


[Pengantar]


Dukungan Kalangan Islam

Her Budiarto <qcdept@...> wrote:
http://groups.yahoo.com/group/debate_religious/message/25725


Sudah menjadi pemahaman umum di kalangan manusia seluruh dunia, baik kalangan umat Islam maupun orang Kristen dan Yahudi maupun agama samawi lainnya bahwa manusia pertama adalah laki-laki bernama Adam.

Untuk mengetahui kebenaran pemahaman umum tentang manusia pertama bagi kita hakim yang adil adalah Al-Qur'an dan hadits serta tafsir-tafsir yang benar.

Bagi para muslimin dan muslimat yang belajar Ilmu-ilmu Qur'an diantaranya Ilmu Nahwu, Shorof dan balagho maka akan mudah mengikuti pembahasan ini. Sebab topic ini sama sekali jauh dari pendapat umum, tetapi Qur'an memberikan informasi yang lain dari pendapat umum.

Alloh SWT berfirman dalam Al-Qur'an :

1.Ya ayyuhannaasuttaquu Robbakumul ladzii kholaqokum min nafsin waahidatin wa kholaqo minhaa zaujahaa wabats-tsa minhumaa rijaalan katsiiron wa nisaa-an (Q.S.4, An-Nisa' :1).
Artinya : Wahai seluruh manusia, takutlah kamu semua kepada Tuhan mu yang menciptakan kamu semua dari DIRI YANG SATU(berjenis wanita) dan dari wanita yang satu itu Alloh menjadikan suaminya kemudian dari wanita dan laki-laki kedua-nya itu Alloh mengembangbiakan laki-laki dan perempuan yang banyak.

2.Huwalladzii Kholaqokum Min nafsin Waahidatin, wa ja'ala minha zaujaha liyaskuna ilaiha. (Q.S.7, Al-A'rof :189).
Artinya : Dialah yang telah menciptakan kamu dari DIRI YANG SATU(wanita) dan dari pada wanita itu dijadikannya suaminya.

3.Huwalladzii ansya-akum min nafsin waahidatin….. (Q.S.6, Al-An'am : 98).
Artinya : Dan Dialah yang menciptakan kamu dari DIRI YANG SATU(berjenis wanita).

4.Kholaqokum min nafsin waahidatin tsumma ja'ala minha zaujahaa.. (Q.S.39, Az Zumar :6).
Artinya : Dia menciptakan kamu dari DIRI YANG SATU (wanita) kemudian dijadikan dari wanita yang satu itu suaminya.

Perhatikan ayat-ayat di atas dan buka teks qur'an dalam tulisan arabnya.

Dalam ayat-ayat yang dikutip di atas bagi ahli ilmu alat Qur'an pasti akan faham kalau mereka konsisten menggunakan kaidah ilmu alat Qur'an.

Dalam ayat-ayat tersebut di atas ada kalimat "…Nafsin Waahidatin.." yang artinya "…diri yang satu..". Waahidun artinya satu dan Waahidatun artinya juga satu.

Tetapi di ayat Qur'an itu dipilih oleh Alloh adalah kalimat (kata) Waahidatun yakni ada huruf " TA" marbuthoh-nya, yakni SEBAGAI TANDA WANITA.

Jadi ini menurut Al-Qur'an surat An Nisa', Surat Al-Arof, Surat Az-Zumar dan Surat Al-An'am bahwa MANUSIA PERTAMA ITU BERJENIS WANITA bukan laki-laki. Dan kalau begitu manusia pertama bukan lah Adam karena Adam itu seorang laki-laki. Tentang nama manusia pertama yang berjenis wanita ini tidak ada keterangan dalam Qur'an.

Setelah manusia pertama yang berjenis wanita/perempuan itu kemudian Alloh menciptakan manusia yang ke dua. Adapun manusia yang kedua adalah berjenis laki-laki yang namanya juga tidak diterangkan dalam Al-Qur'an.

Jadi manusia pertama yang berjenis wanita itu hamil atas kuasa Alloh (tanpa suami) lalu melahirkan seorang anak laki-laki yakni sebagai manusia kedua. Yang kemudian anak laki-laki tersebut setelah dewasa menjadi suami dari manusia pertama.

Perhatikan kalimat ," wakholaqo minha zaujaha "

Dalam ayat itu ada kata , " MINHA " artinya dari orang yang satu berjenis wanita. Seandainya manusia pertama itu laki-laki maka kalimatnya ialah " MINHU" tetapi di ayat-ayat itu memakai kalimat," MINHA" yang berarti wanita..

Kemudian kalimat " ZAUJAHAA" artinya Suami nya (wanita).

Terlihat jelas bahwa manusia pertama adalah wanita kemudian manusia ke dua adalah berjenis laki-laki. Kalau seandainya manusia pertama itu laki-laki maka kalimat nya dalam Qur'an bukanlah " Wakholaqo Minhaa Zaujahaa" tetapi berbunyi ," Wakholaqo Minhu Zaujahu ". Sebab "HU" itu dhomir laki-laki dan "HAA" itu dhomirnya wanita.

Dan dalam AL-QUR'AN tetap memakai " MINHA ZAUJAHAA".

Setelah tercipta manusia pertama berjenis wanita kemudian melahirkan seorang manusia berjenis laki-laki dan manusia kedua ini menjadi suami manusia pertama kemudian berkembanglah dari dua manusia itu laki-laki dan wanita yang banyak.

Demikianlah keterangan-keterang an yang cukup jelas dan tegas dari Al-Qur'an. Bagi yang belum bisa memahami pemahaman ini silahkan belajar dulu Ilmu Alat Qur'an ( Nahwu, Shorof maupun balaghoh bahasa arab).

Semuanya saya kembalikan pada diri saudara apakah mau menerima pemahaman menurut Qur'an atau menurut BIBEL yang telah melembaga di kalangan umat.

Selanjutnya saya haturkan banyak terimakasih kepada Guru kami, yang telah memberikan pada kami pemahaman-pemahaman yang digali langsung dari Qur'an, semoga Alloh melimpahi nya rohmat dan barokah. Amin.

Insya Alloh jika Alloh meridloi akan saya tulis keterangan-keterang an yang menunjukkan bahwa Adam adalah bukan manusia pertama. Setelah pada kesempatan ini kami tuliskan tentang " Manusia pertama adalah Wanita".

Subhanalloh, Alhamdulillah, Astaghfirulloh wa atubu ilaih.
Wasalamu 'ala manit taba'alhuda.
Wasalamu alaikum wr..wb.

Her Budiarto
----

Komentar Saya:
Ini menarik...meleset u dan a bisa repot beratus2 tahun yang tak berkesudahan..dan mudah2an "tafsiran" dari pak Her bisa diterima Umum..

Saya malah mentafsirkan surat 4:1, bukan manusia pertama adalah Wanita..tapi Tuhan adalah bentuk Feminim...saya quote kan:

"Wahai seluruh manusia, takutlah kamu semua kepada Tuhan mu yang menciptakan kamu semua dari DIRI YANG SATU(berjenis wanita) dan dari wanita yang satu itu Alloh menjadikan suaminya ...."


[Pengantar]


wawan dta wrote:
http://groups.yahoo.com/group/debate_religious/message/25274

Dear All....

  1. Adam dan Hawa diciptakan di Bumi, bukan di Sorga yang merupakan tempat Hidup Kekal, tapi berada pada Taman Serba Cukup ( Jannah ). Karena melanggar larangan Allah SWT lalu terusir dari Taman Serba Cukup ( jannah ) itu dan kini terpaksa membanting tulang dan memeras keringat untuk memenuhi kebutuhan hidup.
  2. Adam dan Hawa itu bukan Manusia Pertama di Bumi, akan tetapi Cuma angkatan Pengganti dari angkatan-angkatan sebelumnya, yang telah punah disebabkan “membikin kebinasaan dan menumpahkan darah”.
  3. Adam diciptakan Allah dari Tanah pada tahap masa Neolithic (Zaman Batu Baru) yang bermula lebih kurang 10.000 sM.

Setelah mengemukakan tiga hipotesa tersebut maka tibalah kewajiban untuk mengemukakan dalil Naqli dan Aqli, bagi pembenaran hipotesa tersebut.

Firman Allah SWT 2 : 30

Wa idz qoola robbuka lil malaa-ikati innii jaa’ilun fil-ardhi kholiifatan qooluu ataj’alu fiihaa man yufsidu fiihaa wa yasfikuddimaa-a wa nahnu nusabbihu bihamdika wa nuqoddisu laka qoola innii a’lamu maa laa ta’lamuun.

Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat : “ Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata : “Mengapa Engkau hendak menjadikan khalifah di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau ?” Tuhan berfirman sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

Terjemah Depag RI

Dalam firman Allah itu dijumpai kalimat Aku hendak menjadikan khalifah di muka bumi.

Khalifatan diberi makna dengan Pengganti yang sangat berlawanan dengan pemahaman dan penafsiran yang terbisaa selama ini, sejak berabad-abad sampai masa kini, bahwa Allah menciptakan Penguasa (khalifatan) “untuk” di Bumi, yakni Adam dan umat manusia turunannya.

Pemahaman dan penafsiran seperti itu menurut H. Yousouf Sou’yb (Dosen Fakultas Ushulludin Sumut) adalah keliru, dan tersebab itu : salah. Kata “khalifatan” itu menurut artinya yang asli, yakni arti kata pada masa Nabi Besar Muhammad SAW (570-632 M) bermakna : PENGGANTI.

Buktinya sekian banyak ayat Al-Qur’an mempergunakan kata itu, di luar kisah Adam, maka selalu bermakna PENGGANTI.

Sepeninggal Nabi Muhammad, yakni pada masa Daulat Khulafaur Rasyidin (632-661 M) dan terlebih lebih pada masa Daulat Umayyah (661-750 M) yang berkedudukan di Damaskus dan Daulat Abbasiyah (750-1258 M) yang berkedudukan di Baghdad, barulah kata “khalifah” (khalifatan) itu memperoleh makna baru : PENGUASA, yakni Penguasa Tertinggi dalam dunia Islam. Perubahan arti kata itu disebabkan fakta-sejarah, bahwa sewaktu Abu Bakkar Shidiq terpilih dan diangkat menjabat Penguasa Tertinggi (632-634 M) dalam dunia Islam, kepadanya ditawarkan panggilan untuk jabatannya itu : “Khalifatu ‘llah” (pengganti Allah). Ia pun menolak. Ditawarkan panggilan “Khulafatu Rasul” (pengganti Rasul). Ia pun menerimanya. Sewaktu Khalifah Umar bin Khatab (634-644 M) naik berkuasa menggantikannya, ia pun dipanggilkan “Khalifatu Abibakrin” (pengganti Abu Bakar). Sewaktu khalifah Utsman bin Affan (644-656 M) naik berkuasa ia pun dipanggilkan “Khalifatu Umarin” (pengganti Umar). Demikianlah, selanjutnya sampai kepada masa Daulat Umayyah dan Daulat Abbasiyah.

Sekalipun panggilan resmi bagi penguasa tertinggi dalam dunia Islam itu ialah Amirul Mu’minin, akan tetapi sebutan “Khalifah” lebih popular penggunaannya sehari-hari, kecuali pada upacara-upacara resmi dan surat-surat resmi. Lambat laun lahirlah arti kata yang baru bagi kata “Khalifah” itu, yaitu : PENGUASA.

Akan tetapi oleh karena AQ diturunkan bukan pada masa sepeninggal Nabi Besar Muhammad SAW maka setiap kata dalam AQ itu mestilah dimaknakan menurut arti kata pada masa Nabi Muhammad. Justru kata “Khalifatan” dalam Al-Baqarah 2:30 itu mestilah dimaknakan PENGGANTI, BUKAN PENGUASA.

Perubahan arti kata disebabkan perkembangan sejarah itu bukan Cuma dijumpai pada bahasa Arab saja akan tetapi juga pada seluruh bahasa di dunia, termasuk Indonesia.

Kata “pokok” di Indonesia sewaktu masyarakat Indonesia masih agraris bermakna “pohon-kayu”. masyarakat Indonesia berkembang perdagangannya maka kata “pokok” berubah makna menjadi : modal-usaha. Sewaktu kaum terpelajar Indonesia mulai menyusun berbagai disiplin ilmu dalam bahasa Indonesia, termasuk Ilmu Tata Bahasa, maka kata “pokok” berubah makna menjadi : Pelaku dalam Kalimat.

Firman Allah dalam Al-Baqarah 2:30 itu berbunyi : Inni jaa’ilun fil ardhi khalifatan (Aku menjadikan di Bumi itu khalifah). Al-Qur’an dwahyukan dalam bahasa Arab, justru untuk memperoleh pemahaman dan penafsiran yang tepat, mestilah dipahamkan berdasarkan Hukum Tata Bahasa Arab (Ilmu Nahwu dan Sharaf)

Sebuah hukum dalam Tata Bahasa Arab itu berbunyi :

Al Jarru wal Majruru Muta’alaqun bi fi’li qoblahu ( kata tugas dan kata di belakang kata tugas itu mestilah dikaitkan dengan kata kerja sebelumnya)

Justru kalimat “Aku menjadikan di Bumi itu khalifah” bermakna bahwa “penjadian” khalifah itu “di Bumi”. Sama sekali bukan bermakna : khalifah itu “untuk” di Bumi.

Hukum Tata Bahasa serupa itu pun dijumpai pada hampir seluruh bahasa di dunia, termasuk bahasa Indonesia. Guna menjelaskannya mari kita simak contoh berikut :

“Aku membikin di Bengkel sepasang Kursi”

Kalimat itu bukan bermakna bahwa sepasang Kursi itu “untuk” di Bengkel, akan tetapi “pembikinan” kursi itu “di Bengkel”. Demikian pula pemahaman semestinya mengenai ayat 30 dalam Surat Al-Baqarah itu.

Pembuktian selanjutnya bahwa “Adam dan Hawa itu diciptakan di Bumi” oleh Allah SWT ialah ayat 20 dalam Surat Al-A’raf, berbunyi sebagai berikut :

Fawaswasa lahumasy syaithoonu liyubdiya lahumaa maawuuriya ‘anhumaa minas sau-atihimaa wa qoola maa nahaa kumaa robbukumaa ‘an haadzihissyajaroti illaa antakuunaa malakaini aw takuunaa minal khoolidiina.

Maka syaitan membisikkan (pikiran jahat) kepada keduanya untuk menampakkan kepada mereka apa yang tertutup dari mereka yaitu “auratnya dan syaitan berkata : “Tuhanmu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga).

Terjemah Depag RI

Demikian godaan syaithan terhadap Adam dan Hawa, yaitu supaya “tidak beroleh hidup kekal” (minal khoolidiin). Jikalau Adam dan Hawa itu memang diciptakan di surga, bermakna moyang umat manusia itu sudah berada pada tempat hidup kekal. Dengan sendirinya niscaya Adam dan Hawa akan “mencemooh” godaan syaithan itu kagak ngepek lah yau !,

mungkin disertai tertawa penuh ejekan :P :P :P :P.

Tapi ternyata Adam dan Hawa terpengaruh oleh godaan itu, yakni “ingin beroleh hidup kekal” hingga memakan buah pohon larangan itu. Apakah artinya itu ? Tidak lain, tidak bukan bahwa Adam dan Hawa sadar sepenuh-penuhnya bahwa mereka bukan berada pada tempat hidup kekal.

Jikalau Adam dan Hawa itu bukan berada pada tempat hidup kekal, bermakna bahwa Adam dan Hawa Adam dan Hawa itu bukan berada di surga, akan tetapi berada di Bumi, yakni asal kejadiannya.

Kecerdasan Adam itu cukup tinggi, hingga para Malaikat diperintahkan sujud kepadanya (Al-Baqarah 2:33-34). Justru tidak masuk akal bahwa Adam dan Hawa begitu mudah “tergoda” oleh godaan “syaithan itu, jikalau memang Adam dan Hawa itu berada di surga.
--------------------------------------------

Adam dan Hawa itu bukan Manusia Pertama di Bumi.

Hal ini dibuktikan oleh reaksi para Malaikat yang demikian sengit : “Apakah Engkau akan menjadikan di situ makhluk yang akan membikin kebinasaan dan saling menumpahkan darah ?”

Dalam hal itu mau tak mau timbul soal :

Apakah para Malaikat itu punya pengetahuan terhadap hal-hal yang bakal terjadi pada masa depan ?.

Jawabannya Tidak !

Kenapa ?

Karena akan berlawanan dengan ayat-ayat berikutnya, yakni : Allah mengajarkan seluruh nama-nama kepada Adam, dan sewaktu diajukan kepada para Malaikat ternyata mereka menjawab : Laa ‘ilma lanaa illaa maa ‘alamtanaa (Tiada pengetahuan bagi kami kecuali apa yang Engkau ajarkan kepada kami). Ketika diajukan kepada Adam maka Adam menyebut nama-nama seluruhnya itu, dan para Malaikat diperintahkan sujud kepada Adam.

Apakah artinya itu ?

Jangankan punya pengetahuan tentang hal-hal yang bakal terjadi pada masa depan, para Malaikat itu “tidak punya pengetahuan terhadap apapun yang berada pada masanya itu”.

Jikalau demikian halnya maka apa alas an bagi para Malaikat memperdengarkan reaksi demikian sengit ?

Tidak lain karena sudah “menyaksikan” perilaku makhluk-makhluk sebelum kejadian Adam, yang telah punah dari muka Bumi. Termasuk makhluk-makhluk sebelum Adam itu ialah

Homo Sapiens sejak Naendarthall sampai manusia Cromagnon (lk 300.000 – 45.000 tahun sM)
Homo Erectus (lk 900.000 – 300.000 tahun sM)
Homo Habilis (lk 1.500.000 – 900.000 tahun sM)
Australopithecus sejak 14.000.000 tahun sebelumnya.
(lihat : Prehistoric Man dalam Almanac and Yearbook 1980 edisi Reader’s Digest halaman 181).

Jadi Adam dan Hawa itu bukan Manusia Pertama di Bumi.
----------------------------------------

Tahap masa Homo Sapiens (Manusia Berbudaya) itu, antara lain sepanjang Anthropologi terbagi kepada Zaman Batu Tua (Paleolithic) yang dikenal dengan Manusia Gua (Caveman) yang memenuhi hidupnya dengan Berburu dan Menangkap Ikan.

Belakangan sekali barulah muncul Zaman Batu Baru (Neolithic), setelah angkatan manusia Cromagnon (lk 45.000 tahun sM) punah di muka Bumi. Pada Zaman Batu Baru itu kemampuan memenuhi kebutuhan sudah meningkat tinggi, yaitu : Bertani dan Beternak.

H.G. Wells (1866-1946), sarjana Inggris terkenal menulis dalam karyanya The Short History of the World edisi 1953 hal 45 edisi Penguin Books, sebagai berikut :

“ By ten or twelve thousand years ago a new sort of life had dawned in Europe, man have learned not only to chip but to polish and grind stone implements, and they have begun civilization. The Nelothic Age (New Stone Age) was beginning”.

(Sepuluh atau dua belas ribu tahun yang silam sejenis kehidupan baru menyingsing di Eropah, manusia sudah belajar bukan hanya menyusup tapi pula menggosok dan mengasah peralatan batu, dan mereka memulai peradaban (Civilization). Zaman Neolithic (Zaman Batu Baru) dimulai….

Setelah memaklumi fakta-fakta yang ditemukan kalangan ilmiah itu maka kini marilah kita simak bunyi ayat Al-Qur’an dalam Surat Al-Maidah 5:27 berbunyi sebagai berikut :

Watslu ‘alaihimnaba-abnai Aadama bilhaqqi idz qorrobaa qurbaanan fatuqubbila min ahadihimaa walam yutaqobbal minal aakhori qoola la-aqtulannaka qoola innamaa yataqobbalu Allahu minal muttaqiin.

(Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil) : “Aku pasti membunuhmu !”. berkata (Habil) “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertaqwa”.

Terjemah Depag RI

Mengenai penafsiran ayat AQ itu seluruh Kitab Tafsir Tertua (Tafsir Ibn “Uyainah, Ibn Abi Hatim, Ibnu Hibban, Ibnu “Athiyah, Al-Samarkandi, Abi Ishaq, At-Thabari, Abi Syaibah, Al Baghawai, Abil-Fidak, Al-Razi dan banyak lainnya) bercerita bahwa Habil dalam korbannya itu mempersembahkan hasil terbaik peternakannya, sebaliknya Qabil mempersembahkan korban hasil pertaniannya yang terjelek.

Apa yang dapat disimpulkan dari pernyataan AQ ?

Tidak lain dan tidak bukan bahwa Adam dengan puteranya itu memulai Zaman Baru Peradaban yaitu kemampuan Bertani dan Beternak

Jadi Adam dan putera-puteranya itu memulai ZAMAN NEOLITHIC (Zaman Batu Baru) disebabkan Tembaga apalagi Besi belum ditemukan pada masa itu yang menurut HG. Wells, bermula lebih kurang 10.000 – 12.000 tahun sM.
--------------------------------------------

Konsep yang dipegangi dunia Islam selama ini, bahwa Adam dan Hawa itu diciptakan di sorga dan terusir dari sorga disebabkan pengaruh 3 faktor :

  1. Pengaruh kata Jannah pada setiap kisah Adam pada AQ.
  2. Pengaruh kata Ihbituu pada setiap kisah Adam setelah melanggar larangan Allah.
  3. Pengaruh Doktrin agama Kristen.

Kata Jannah pada setiap ayat AQ, bilamana dikaitkan dengan kata lainnya seumpama Jannatul ma’wa, Jannatul Firdaus, Jannatul Khuldi, Jannatul “adnin dan lainnya, maka kata “Jannah” di situ MESTI dimaknakan dengan Sorga.

Tapi bilamana kata “Jannah” itu berdiri sendirian dalam ayat AQ maka bisa bermakna :
Kebon Tamar
( 2:266, 13:14, 23:19, 17:9 ) dan bisa bermakna Kebon Anggur ( 18:32, 2:266, 6:99, 23:19, 17:91 ) dan bisa bermakna Kebon di lereng bukit (2:265) dan bisa bermakna Kebon saja (26:134, 6:141, 50:9, 18:35, 39, 40) dan bisa bermakna Taman (44:25, 34:15, 16) ; dan bisa pula bermakna Sorga, pada berbagai ayat AQ.

Justru kata “Jannah” bilamana berdiri sendiri seperti halnya pada setiap kisah Adam dalam AQ adalah TIDAK MESTI dimaknakan dengan Sorga. Akan tetapi selama ini senantiasa dimaknakan dengan sorga dan sebagai akibatnya timbul kekeliruan dalam pemahaman kisah Adam. Bahkan pemahaman itu tidak konsisten dengan berbagai ayat AQ, seumpama Al-A’raf 7;20 dan terlebih lebih dengan Hukum Tata Bahasa Arab dalam pemahaman ayat Al-Qur’an , seumpama Al-Baqarah 2:30.
-------------------------------

Pada setiap kisah Adam dalam AQ (Al-Qur’an) setelah berlangsung pelanggaranlarangan Illahi, senantiasa dijumpai kata Ihbituu ! (Turunlah kamu !) dan sesekali kata Ihbitaa ! (Turunlah kamu keduanya !)
Selama ini senantiasa dimaknakan dengan “TURUN SECARA FISIK”

Sedangkan kata Ihbituu dalam Al-Qur’an itu TIDAK MESTI dimaknakan “turun secara fisik dari atas ke bawah !

Buktinya kisah Nabi Musa setelah berhasil meluputkan Bani Israel dari penindasan pihak Pharaodi Mesir dan menetap di Semenanjung Sinai selama 40 tahun, daerah gersang tandus dan untuk memenuhi kebutuhan hidup Bani Israel turun Manna dan Salwa setiap pagi, lambat laun Bani Israel merasa bosan lalu menuntut lalu menuntut makanan yang bervariasi setiap harinya. Maka pada saat itulah Allah berfirman :

Ihbituu Mishron fa-inna lakum maa sa-altum (Al-Baqarah 2;61)
“ Turunlah kamu ke Mesir maka di situ apa yang kamu minta itu”

Dalam firman Allah itu dijumpai kata Ihbituu (Turunlah kamu !). sedangkan dataran semenanjung Sinai itu dengan dataran tanah Mesir, sebelah menyebelah Kanal Suez bersamaan tingginya dari permukaan laut. Di situ tidak dijumpai pengertian “turun” dari atas ke bawah !

Pada saat Adam bertindak “melanggar perintah Illahi” dan pada saat Bani Israel mendesak “tuntutan yang dipandang Keterlaluan”, maka firman Allah dalam sekalian itu mempergunakan kata Ihbituu (Turunlah kamu !).

Jadi kata Ihbituu itu pada hakekatnya merupakan “UNGKAPAN KEMURKAAN” dari pihak Allah SWT.
------------------------------

Konsepsi bahwa Adam dan Hawa itu diciptakan di sorga dan kemudian terusir dari sorga adalah doktrin (ajaran keyakinan) dalam agama Kristen, berdasarkan ajaran Paulus (wafat 64 M). tadinya seorang tokoh agama Yahudi yang sangat sengit menyiksa dan mengejar-ngejar para pengikut Yesus Kristen di Yerusalem (KRR, 7:57-60, KRR 8:1-3) tapi kemudian “menyatakan” beriman dengan agama baru itu (KRR 9:1-19) tapi selanjutnya “memisahkan” diri dari 12 Rasul Murid Yesus (KRR 15:39-41) lalu “menyebarkan ajarannya sendiri”. Di Asia Kecil, Macedonia, semenanjung Grik dan Rum.(KRR fasal 16-28).

Ajaran Paulus itu diangkat menjadi “keyakinan resmi” oleh Konsili Nicea (325 M) di dalam agama Kristen dikenal dengan keyakinan Trinitas.

Ajaran Paulus itu sudah jauh menyimpang dari Ajaran 12 Rasul murid Yesus (2 Korintus, 11; 1-6, 2 Korintus, 11:15-33, 2 Korintus, 12:11-18, Galatia, 1:6-24).

Gerakan modernist dalam lingkungan gereja Rum Khatolik maupun gerakan Unitarians dalam lingkungan gereja Protestant berpendirian bahwa ajaran Paulus itu sudah menyimpang dari ajaran Yesus yang murni dan Yesus itu “bukan anak sulung Allah yang menjelma di Bumi” akan tetapi Manusia Biasa menjabat Prophet of God.

Thomas Paine (1737-1809) dalam karyanya The Age of Reason diterbitkan oleh Thomas Paine Foundation Inc. New York, menyerang pokok-pokok keyakinan dalam agama Kristen itu sangat sengit sekali dan memberi label pada penganut ajaran Paulus dengan Christian Mythologists. Tapi gerakan tantangan itu dalam dunia Kristen sendiri barulah terjadi sejak penghujung abad ke 18 sampai abad ke 20 sekarang. Akan tetapi pada abad-abad sebelumnya ajaran Paulus itu berpengaruh kuat sekali dalam dunia Kristen sepanjang Zaman Tengah di bawah kekuasaan Imperium Roma.

Sepeninggal Nabi Muhammad pada masa Daulah Al Rasydin (632-661 M) yang berkedudukan di Madinah dan lebih-lebih pada masa Daulah Umayyah (661-750 M) yang berkedudukan di Damaskus kekuasaan Islam telah meluas ke luar Arabia, pada belahan Timur berbatasan dengan Pegunungan Thian Shan dan pada Belahan Barat berbatasan dengan pegunungan Pyreenes. Pada belahan Barat itu yakni bekas wilayah imperium Romawi, Islam berinteraksi kental sekali dengan Kristen. Bahkan banyak tokoh-tokoh Kristen itu memeluk agama Islam.
Lambat laun menyelusup pengaruh luaran itu ke dalam agama Islam.

KESIMPULAN :

Miliser…
Setelah mengemukakan uraian panjang lebar di atas, mengemukakan pembuktian-pembuktian secara Naqli dan Aqli dengan penafsiran yang logis dan rasional, berbeda dengan penafsiran tradisional maka dapatlah ditarik kesimpulan :

  1. Adam dan Hawa bukan diciptakan di Sorga tapi di Bumi
  2. Adam dan Hawa bukan manusia pertama di Bumi
  3. adam dan Hawa hidup sekitar 12.000 tahun sebelum Masehi.

Kesimpulan ketiga itu selain didukung oleh ayat Al-Qur’an seperti dikemukakan lebih dahulu juga didukung oleh kenyataan sejarah bahwa peradaban Tertua dari umat manusia sekarang ini, yang merupakan turunan Adam dan Hawa ialah peradaban peradaban lembah Nil dan peradaban lembah Mesopotamia dan peradaban lembah Indus serta semua peradaban tertua itu berusia 4.000 atau 3.000 tahun sM. Jadi jarak masa antara 12.000 dengan 4.000 tahun itu merupakan masa perkembangan dan pemencaran turunan Adam dan Hawa ke berbagai arah.


wawan_dta
regards


From: wirajhana eka

http://groups.yahoo.com/group/debate_religious/message/25576

Saya menyebut surga..anda menyebut alam malakut...15:34, 38:77

Artinya toh sama saja bahwa itu adalah bukti 1 dan 2 yang menyatakan ada Api dan tanah di ALAM MALAIKUT Adam. Allah dan Malaikat berada di ALAM MALAKUT dan proses penciptaan Adam pun di ALAM MALAKUT!

Tempat dimana Ada Allah, malaikat dan Adam....berkumpul adalah diartikan sebagai Surga bukan dimaksudkan sebagai "tempat" yang tinggi.

Iblis diminta turun artinya jelas merujuk turun dari surga (7:13) dan dipertegas dengan kata keluar di (7:18)

Kemudian pertanyaannya adalah tetap mengenai Siapa yang dimaksud iblis untuk menggoda "mereka" dan itupun dipertegas dengan keterangan tempat yaitu di bumi(15:39).

Beberapa ayat AQ tidak menjelaskan namun sequence itu muncul sebagai penjelasan di ayat2 yang lain, sehingga dari yang tertera pada ayat2 AQ:

  • di 20:116-117 dan 2:34-35 tidak dijelaskan bahwa Iblis telah diusir di Surga dan menggoda Adam dan Hawa untuk makan buah.
  • Penjelasannya telah diusirnya Iblis ada di 15 39 dengan 1 kali pengusiran.
  • detail diusirnya Iblis dijelaskan pada 7:12-18 ada 2 kali ia diusir, pengusiran pertama(7:13) ia meminta sesuatu dan dikabulkan setelah itu dilanjutkan dengan pengusiran kedua(7:18) [adam masih di surga]
  • Ada sumpah dari Iblis dan perkenan allah untuk menggoda "mereka" (7:16-19), dan dimana "mereka" digoda dijelaskan di 15:39 adalah dibumi [adam masih di surga]
  • kemudian kita tahu bahwa Iblis tidak leluasa keluar masuk surga karena dijaga ketat oleh malaikat (15:18, 37:8-10) [adam masih di surga]
  • Allah memberikan menempatkan Adam dan Hawa disurga dan penjelasan boleh makan dan minum apapun (2:35) dan tidak dijelaskan detail mengapa ia terusir [adam masih di surga]
  • Baru di 7:20-25 detailnya ia digoda oleh Iblis untuk makan buah pohon dan saat itu tidak ada Allah di sana [adam masih di surga]
  • artinya ada 2 jeda waktu yaitu jeda waktu
    • pertama saat iblis diusir dan sumpah untuk menggoda "mereka" yang ada di bumi
    • jeda waktu kedua saat Allah telah memberikan penempatan dan Brifing mana yang boleh dimakan maupun tidak.
    • Perlu juga dicatat bahwa keluar masuk surga tidak mudah karena dijaga, sehingga juga merupakan jeda waktu ke 3
    • jeda waktu antara kekuatan "peringatan" allah mengenai larangan sangat kuat di awal dan tentunya ada jeda waktu "melemahnya" rasa takut/lupa akan peringatan itu

Sehingga kemungkinannya ada 2 yang tersedia:

  • Sebelum Ia pergi ia sempat menggoda Adam/Hawa...namun kemungkinan ini bisa di eliminir dengan dua alasan:
    • Tidak ada penjelasan lanjut di AQ yang menyatakan setelah pengusiran yang ke 2, iblis masih ada ditempat dan meminta waktu sejenak sehingga dapat menggoda Adam dan Hawa saat itu juga
    • Saat Allah menyatakan keluar ke dua kalinya, sesuai kapasitas Allah, maka "harusnya" seketika itu juga iblis tidak ada di surga.
  • dan Saat ia mencuri berita dan membujuk Adam dan hawa adalah tidak logis dilakukan pada hari yang sama setelah penempatan dan peringatan Allah untuk jangan memakan buah itu, karena baik adam maupun hawa tentunya masih "ingat" larangan tuhan dan mereka melihat Iblis diusir, ada waktu untuk "meredanya" ketakutan dan Iblis tentunya memerlukan waktu untuk kembali kesurga untuk membalas menggelincirkan adam ke bumi..

Terdapat selisih waktu antara satu sequence dengan sequence berikutnya dan AQ tidak menjelaskan itu terjadi beberapa hari/jam/menit:

  • Iblis diusir, Ia bersumpah akan mengganggu Iman "mereka" di bumi(15:39) [adam masih di surga]
  • Allah memberikan sumpahnya bahwa ia akan mengisi neraka jahanam bagi mereka yang mengikuti Iblis(38:85) [adam masih di surga]
  • Allah mengingatkan Adam Iblis adalah musuh. [adam masih di surga]
  • Allah mengijinkan mereka makan apapun dan minum apapun serta Adam dan Hawa tidak telanjang. [adam masih di surga]
  • Tidak logis juga kalau efek larangan itu bisa larut diingatan secepat itu.
  • Iblis membujuk
  • juga diterangkan bahwa Iblis suka mencuri2 berita, hal Ini mengindikasikan bahwa tidak mudah memasuki surga
  • Terjadi pembujukan
  • Terjadilah peristiwa pengusiran dari surga

Berbicara selisih hanya untuk memastikan bahwa perbedaan waktu bumi dan surga adalah cukup dan jedanya juga cukup "lebar". namun lebih penting dari semua itu adalah kata "Mereka" yang dimaksudkan Iblis itu jelas di maksudkan di Bumi/atau tempat yang lain diluar surga...dan sementara itu Adam dan Hawa jelas belum mulai punya problem apapun dan jeda waktu itu "cukup" panjang

Mengenai konversi waktu: paling tidak waktu di Surga adalah per harinya = 1 atau beberapa ribu tahun di bumi..

Jadi kesimpulannya penggunaan kata "mereka" di bumi/atau tempat lain, mempunyai kemungkinan kuat ada sesuatu untuk di goda..mengingat Allah pun bersumpah dan mengabulkan keinginan Iblis sebelum ke bumi


[Pengantar]


From:
firliana putri
Sent:
Thursday, December 13, 2007 6:40 AM
Subject:
Insan Kamil

TERNYATA ADAM DILAHIRKAN
Dari pembahasan yang sudah kita lakukan, saya kira anda sudah bisa menebak kesimpulan akhirnya. Bahwa Adam adalah manusia yang dilahirkan. Kenapa? Karena, memang ia bukan manusia pertama yang diciptakan di muka Bumi.

Adam adalah al insaan. Ia bukan al basyar. Manusia pertama yang diciptakan oleh Allah ternyata bukan Adam. Ia tidak pernah disebut secara eksplisit oleh Al Qur’an. Allah selalu menyebut manusia pertama itu secara kolektif sebagai al basyar. Karena itu, tidak ada penjelasan rinci tentang siapa dia dan bagaimana rupanya.

Data-data ilmu pengetahuan pun sampai sekarang masih diliputi oleh kabut tebal yang penuh misteri. Data-data fosil maupun perhitungan umur genetika hanya menyebut angka jutaan tahun yang lalu sebagai awal munculnya spesies manusia.

Menurut pemetaan genetika manusia, kita adalah generasi ke 300.000 dari manusia pertama. Kalau pergantian generasi dihitung rata-rata setiap 30 tahun, maka itu berarti sekitar 9 juta tahun yang lalu. Ini pun belum disepakati oleh para ahli. Kebanyakan ilmuwan palaentologi dan genetika menyebut angka 5-10 juta tahun yang lalu sebagai awal kemunculan spesies manusia.

Tetapi, manusia yang dimaksud itu, dipercaya sebagai manusia purba. Otak dan peradabannya masih sangat rendah. Meskipun, secara fisik mereka telah menunjukkan bentuk tubuh yang menyerupai manusia. Munculnya manusia modern diperkirakan baru sekitar puluhan ribu tahun yang lalu.

Salah satu tandanya, adalah munculnya peradaban yang lebih maju. Mereka sudah bertani dan berternak. Bukan berpindah-pindah ladang, dan berburu. Dugaan ini diperkuat oleh ayat Qur'an bahwa anak-anak Adam -Qabil & Habil - sudah mengenal pertanian dan peternakan.

QS. Al Maaidah (5): 27
Ceriterakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): "Aku pasti membunuhmu!"
Berkata Habil: "Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa".

Dikisahkan bahwa Habil adalah seorang petani, sedangkan Qabil adalah peternak. Mereka membuat persembahan kurban dalam bentuk hasil pertanian dan peternakan mereka. Habil mempersembahkan hasil pertanian terbaiknya. Sedangkan Qabil justru memilih hewan-hewan yang tidak baik kualitasnya. Maka persembahan yang penuh keikhlasanlah yang diterima Allah. Yaitu dari Habil. Qabil pun iri dan marah. Akhirnya, ia membunuh saudaranya sendiri - Habil. Kisah klasik ini menyiratkan bahwa keluarga Adam sudah mengenal peradaban yang lebih maju dibandingkan pendahulunya.

Jadi, zaman mereka adalah jaman peradaban manusia modern. Dan itulah memang yang diajarkan Allah kepada Adam. Itu pula yang membedakan Adam dengan manusia generasi sebelumnya.

Banyak ayat di dalam Al Qur’an yang mengarahkan kita pada kepahaman, bahwa Adam bukanlah manusia purba. Ia adalah manusia modern yang dilahirkan. Ia bukan diciptakan secara langsung dari tanah, melainkan terlahir dari sebuah proses kehamilan orang tuanya.

QS. Ali Imran (3): 59
Sesungguhnya masalah (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah", maka jadilah dia.

Ada dua hal yang perlu dicermati dari ayat di atas. Yang pertama adalah analogi Isa dan Adam. Allah menyamakan proses antara penciptaan Isa dan Adam. Sudah saya uraikan di bagian depan, bahwa penciptaan Isa disebut Allah seperti Adam,diciptakan dari tanah (turab) kemudian diucapkan kepadanya kun, maka jadilah ia. Dari sini kita tahu bahwa ketika Allah mengatakan kun, penciptaan itu ternyata berproses. Sebagaimana Isa yang dilahirkan oleh ibunya. Karena keduanya dibuat analogi, maka kita memperoleh kesimpulan sementara bahwa Adam pun dilahirkan sebagaimana Isa.

Hal kedua yang perlu kita cermati adalah kata turab. Di ayat itu Allah mengatakan bahwa keduanya diciptakan dari tanah (turab). Di bagian depan sudah kita bahas, bahwa tanah turab adalah tanah gembur yang mengandung unsur hara sangat baik.

Menariknya, penciptaan dengan tanah turab ini diceritakan lebih lanjut oleh Allah dalam berbagai ayat lainnya. Bahwa tanah turab itu ternyata berproses secara bertingkat untuk menjadi sesosok manusia.

Pada kesempatan ini, saya ingin sekali lagi mengajak pembaca untuk mencermati keterkaitan anatara 7 ayat yang sudah kita bahas di bagian depan itu. Ini penting agar pembaca memperoleh kepahaman secara lebih holistik. Agar memperoleh kepahaman yang utuh. Karena saya lihat, di keterkaitan itulah letak kunci pemahamannya.

1. QS. Al Baqarah (2): 264
Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan sipenerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya’ kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah (turab), kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih. Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.

Ayat ini bercerita tentang definisi turab. Bahwa turab adalah jenis tanah permukaan Bumi, yang jika menempel di batu, dan kemudian tersiram air hujan, ia akan larut dan hanyut. Batunya menjadi licin. Tanah jenis inilah yang disebut dalam penciptaan Isa dan Adam.

2. QS. Ali Imran (3): 59
Sesungguhnya masalah (penciptaan) Isa di sisi Allah adalah seperti Adam. Allah menciptakan Adam dari turab, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia.

Disini Allah menjelaskan aplikasi tanah turab itu dalam proses penciptaan Adam. Dan juga Isa. Analogi antara Adam dan Isa telah memberikan gambaran yang jelas kepada kita karena kita tahu persis bagaimana proses penciptaan Isa berlangsung, yaitu dengan cara terlahir dari rahim ibunya.

3. QS. Al Kahfi (18): 37
Kawannya (yang mukmin) berkata kepadanya sedang dia bercakap-cakap dengannya: "Apakah kamu kafir kepada (Tuhan) yang menciptakan kamu dari tanah (turab), kemudian dari setetes air mani, lalu Dia menjadikan kamu seorang laki-laki yang sempurna?

Lebih lanjut Allah bercerita dalam ayat ini, bahwa tanah turab itu memang masih berproses Iebih lanjut menjadi sperma pada lelaki dan ovum pada perempuan. Atau istilah umumnya adalah air mani. Barulah, kelak akan menjadi manusia sempurna.

4. QS. Al Hajj (22): 5
Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah (turab), kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian sampailah kamu kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.

Dalam ayat ini, Allah semakin gamblang menjelaskan tahapan-tahapan penciptaan itu. Dari turab menjadi nuthfah (sperma dan ovum), menjadi alaqah (segumpal darah), dan menjadi mudghah (segumpal daging). Lantas, ditetapkan berkembang di dalam rahim sampai sempurna kejadiannya. Dan lahirlah sebagai seorang bayi. Bertambah dewasa seiring usia, dan kemudian diwafatkan. Bahkan, kemudian Allah memberi ilustrasi tentang penciptaan itu bagaikan Bumi yang disirami air hujan, kemudian bertumbuhanlah tanamannya.

5. QS. Ar Ruum (30): 20
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak.

Selain proses-proses fisik yang terjadi saat penciptaan itu, Allah juga memberikan gambaran lebih jauh bahwa manusia yang berasal dari turab itu tiba-tiba bisa berkembang biak. Memakmurkan Bumi. Kata ‘tiba-tiba’ ini tidak harus bermakna ‘tanpa proses’. Karena faktanya, Allah memproses dulu fisik manusia (Adam) sampai menjadi manusia dewasa, dan kemudian berpasangan dengan lawan jenisnya, sehingga berkembang biak. Hal itu, diceritakan Allah pada ayat berikut ini.

6. QS. Al Faathir (35): 11
Dan Allah menciptakan kamu dari tanah (turab) kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuan pun mengandung dan melahirkan melainkan dengan sepengetahuan- Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah.

7. QS. Al Mu'min (40): 67
Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah (turab) kemudian dari setetes air mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan, dan supaya kamu memahaminya

Ayat terakhir ini kembali menegaskan bahwa Allah memproses turab itu bertahap dan bertingkat-tingkat di dalam rahim seorang ibu. Akhirnya, terlahirlah turab itu sebagai seorang bayi. Kemudian menjadi dewasa. Kemudian menua. Akhirnya diwafatkan kembali lagi ke asal muasalnya, yaitu tanah.

Dan yang paling menarik adalah penutup ayatnya. Allah menegaskan, bahwa semua keterangan ini dimaksudkan agar kita semua memahaminya. ..

Maka, kemana lagi kita harus berpaling untuk memperoleh informasi, kecuali dari aya-tayat Qur'an? Tapi ingat, penjabarannya harus kita buktikan lewat data-data ilmiah. Lewat perkembangan ilmu pengetahuan. Palaentologi maupun biomolekuler.

Allah dengan sangat jelas telah menuntun kepahaman kita tentang penciptaan Adam ini di dalam Al Qur’an. Bahwa, Adam adalah bapak manusia modern yang terpilih dari spesies manusia purba. Yang dalam istilah Al Qur’an disebut sebagai al basyar. Ia adalah al insaan yang dilahirkan oleh al basyar...

Kapan? Dimana? Jawabnya secara persis belum diketemukan di dalam Al Qur’an. Kita tunggu penemuan empiriknya. Namun, Allah menyinggung secara global bahwa al lnsaan itu diciptakan sesudah jin dan sesudah al basyar.

QS. Al Hijr (15): 26-29
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (insaan) dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk.
Dan Kami telah menciptakan jin sebelumnya, dari api yang sangat panas.
Dan, ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia (basyar) dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk.
Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruhKu, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.

Ayat di atas jika dipahami sepenggal akan membingungkan. Karena itu saya kutipkan rentetannya. Di awalnya, Allah bercerita bahwa Dia telah menciptakan al insaan alias Adam dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Karena itu kebanyakan kita berpendapat bahwa Adam diciptakan oleh Allah secara langsung, tanpa proses. Tetapi bacalah rentetan ayat berikutnya.

Tiba-tiba Allah memberi informasi tentang penciptaan jin. Makhluk ini diciptakan sebelum al insaan dari api. Kenapa secara tiba-tiba Allah bercerita tentang jin, padahal Dia sedang bercerita tentang al insaan yang telah diciptakan? Rupanya, Allah ingin menegaskan bahwa manusia yang diciptakan itu adalah al insaan yang memiliki fitrah ibadah seperti jin. Hal ini akan menjadi jelas ketika dikaitkan dengan QS. 51:56 – ‘dan tidaklah kami ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah’.

Ayat berikutnya lagi, barulah Allah menjelaskan tentang al insaan itu. Bahwa ia adalah al basyar yang diciptakan dari ‘tanah liat kering’ (berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk). Karena itu Allah mesti menyempurnakan terlebih dahulu, dan meniupkan ruhNya. Barulah sempurna kejadiannya sebagai seorang insaan. Dan, malaikat pun diperintahkan untuk bersujud.

Ayat ini sama sekali tidak bertentangan dengan ayat-ayat yang bercerita tentang penciptaan Adam yang berasal dari turab. Karena, justru ini merupakan rangkaian mata rantai yang harus disambungkan. Bahwa turab dan shalshaal min hamaa-in masnun adalah sebuah rantai proses yang disebut Allah sebagai saripati tanah (sulaalatin min thiin). Hal ini sebagiannya telah kita bahas di depan.

Akan tetapi untuk memantapkan kembali kepahaman secara holistik, maka di bawah ini saya kutipkan ayatnya. Bahwa saripati tanah itu memang diproses dulu oleh Allah sehingga menjadi bayi yang terlahir. Bahwa saripati-saripati tanah mesti diubah dulu menjadi sperma & ovum, kemudian diproses di dalam rahim lewat tahap-tahapan yang sudah kita pahami itu.

QS. Al Mukminuun (23): 12-14
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (insaan) dari suatu saripati tanah.
Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (nuthfah) dalam tempat yang kokoh (rahim).
Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang lain (seorang bayi). Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.

INSAN KAMIL
Maka apakah yang menjadi pelajaran utama dari semua yang telah kita bahas ini? Kita menangkap suatu kesan, betapa mulianya manusia diciptakan oleh Allah..!

Persiapannya saja miliaran tahun. Bumi sebagai panggung drama kehidupannya telah disiapkan sejak 5 miliar tahun yang lalu. Dan Langitnya lebih lama lagi sekitar 13 miliar tahun.

Daratan, lautan, gunung-gunung, serta berbagai fasilitas kehidupan disiapkan secara sempurna, seluruhnya buat manusia. Bukan hanya kebutuhan pokoknya, melainkan segala macam perhiasan dan kenikmatan dunia.

Badannya diciptakan dari tanah Bumi, dengan desain yang paling sempurna dan paling indah di antara makhluk-makhluk lainnya. Otak dan kecerdasannya luar biasa. Sehingga bisa menghasilkan peradaban yang tiada bandingannya di alam semesta.

Proses penciptaannya penuh rahasia. Dan membutuhkan proses berliku yang sangat rumit. Asal usulnya, batuan keras tanah Bumi yang dilumatkan terlebih dahulu oleh sang Pencipta selama miliaran tahun. Ia sempat mengalami tahapan menjadi tanah tembikar, tanah lempung, lumpur hitam yang berbau, dan kemudian disaripatikan menjadi tanah gembur di permukaan tanah.

Dia, Sang Penguasa, menciptakan miliaran benih di perut Bumi. Maka tumbuhlah segala macam kehidupan, ketika Dia mengirimkan air dari angkasa luar menyiraminya. Meskipun Bumi - sang benih raksasa - itu tadinya mati. Kehidupan mulai bergerak. Planet yang tandus menjadi hijau menyegarkan. Planet Bumi pun menjadi surga.

Itulah saat-saat munculnya makhluk paling mulia bernama manusia. Ditumbuhkannya benih manusia dari perut Bumi. Muncullah al Basyar di mana-mana. Di seluruh benua yang menghampar seantero Bumi. Mereka hadir, dan tiba-tiba berkembang biak memenuhi planet Surga ini. Bagaikan tanam-tanaman yang tumbuh di musim penghujan...

Dari semua yang kita bahas sejauh ini, saga ingin mengajak Anda membaca firman Allah berikut. Ia memberikan gambaran menarik dari seluruh rangkaian cerita penciptaan manusia yang telah kita bahas. Sejak mereka dikeluarkan dari tanah, berkembang biak, diberi istri dari jenisnya sendiri, menghasilkan generasi yang beragam rasnya, berusaha eksis di kehidupan dunia, sampai kemudian mati kembali kepada sang Pencipta.

QS. Ar Ruum (30): 19-27
Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi sesudah matinya. Dan seperti itulah kamu dikeluarkan (dari Bumi).
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak.
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.
Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia memperlihatkan kepadamu kilat untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan Dia menurunkan air dari langit, lalu menghidupkan bumi (lagi) dengan air itu sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mempergunakan akalnya.
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah berdirinya langit dan bumi dengan iradat-Nya. Kemudian apabila Dia memanggil kamu sekali panggil dari bumi, seketika itu kamu keluar (dari kuburmu).
Dan kepunyaan-Nyalah siapa saja yang ada di langit dan di bumi. Semuanya hanya kepadaNya tunduk.
Dan Dialah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan) -nya kembali, dan menghidupkan kembali itu adalah lebih mudah bagi-Nya. Dan bagi-Nyalah sifat yang Maha Tinggi di langit dan di bumi; dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Begitulah Allah menggelar drama kehidupan di muka Bumi. Sejak diciptakan sampai datangnya kematian. Semua makhluk hidup berasal dari dalam tanah, dan kembali ke tanah. Berasal dari tiada, kembali ke tiada. Berasal dari Allah, kembali kepada Allah...

Manusia hanyalah sepercik tanda keberadaan sang Pencipta. Yang menyala sekejap, dalam kegelapan abadi alam semesta. Ia menjadi ‘ada’ ketika ruh ilahiah-nya bersemayam di dalam dirinya. Memancarkan cahaya kemuliaan. Dan kemudian menjadi ‘tiada’ lagi, ketika ruh ilahiah itu meninggalkan dirinya. Menjadi seonggok daging - saripati tanah tiada guna...!

Kita menjadi ada karena Ruh-Nya
Kita menjadi tiada juga karena Ruh-Nya...
Malaikat bersujud kepada Adam
karena Ruh-Nya
Adam menjadi mulia pun
karena Ruh-Nya...
Allah menerima taubat Adam
karena Ruh-Nya
Allah memilihnya menjadi Nabi pun
karena Ruh-Nya...
Allah memuliakan keturunan Adam
karena Ruh-Nya
Dan menyediakan segala kebutuhannya
karena Ruh-Nya...
Allah membimbing kita menuju Surga
karena Ruh-Nya
melindungi kita dari jalan sesat pun
karena Ruh-Nya...
Allah mengajari kita dekat denganNya
karena Ruh-Nya
Menyayangi kita agar tidak menderita
karena Ruh-Nya...
Allah menerangi hidup kita dengan cahaya
karena Ruh-Nya
dan mengeluarkan dari kegelapan
karena Ruh-Nya...


Ya, Allah menciptakan segala
yang ada di Bumi ini untuk kita
karena kita adalah sebagian dari Ruh-Nya

Maka, kemana lagi kita berpaling? Kecuali kepada Dia

Dzat Maha Berkuasa
Yang telah menciptakan kita
dari KeberadaanNya Sendiri...

Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya ruhNya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati (tapi) sedikit sekali kamu bersyukur'

[QS. As Sajdah (32): 9]
wallahu a'lam bishshawab


[Pengantar]


Ajaran Buddha

http://www.samaggi-phala.or.id/naskahdamma_dtl.php?id=70&multi=Y&hal=1

Terjadinya bumi dan manusia merupakan konsep yang unik pula dalam agama Buddha, khususnya tentang manusia pertama yang muncul di bumi kita ini bukanlah hanya seorang atau dua orang, tetapi banyak. Kejadian bumi dan manusia pertama di bumi ini diuraikan oleh Sang Buddha dalam Digha Nikaya, Agganna Sutta dan Brahmajala Sutta. Tetapi di bawah ini hanya uraian dari Agganna Sutta yang akan diterangkan.

Vasettha, terdapat suatu saat, cepat atau lambat, setelah suatu masa yang lama sekali, ketika dunia ini hancur. Dan ketika hal ini terjadi, umumnya mahluk-mahluk terlahir kembali di Abhassara (alam cahaya); di sana mereka hidup dari ciptaan batin (mano maya), diliputi kegiuran, memiliki tubuh yang bercahaya, melayang-layang di angkasa, hidup dalam kemegahan. Mereka hidup demikian dalam masa yang lama sekali.

Pada waktu itu (bumi kita ini) semuanya terdiri dari air, gelap gulita. Tidak ada matahari atau bulan yang nampak, tidak ada bintang-bintang maupun konstelasi-konstelasi yang kelihatan; siang maupun malam belum ada, ..... laki-laki maupun wanita belum ada. Mahluk-mahluk hanya dikenal sebagai mahluk-mahluk saja.

Vasettha, cepat atau lambat setelah suatu masa yang lama sekali bagi mahluk-mahluk tersebut, tanah dengan sarinya muncul keluar dari dalam air. Sama seperti bentuk-bentuk buih (busa) di permukaan nasi susu masak yang mendingin, demikianlah munculnya tanah itu. Tanah itu memiliki warna, bau dan rasa. Sama seperti dadi susu atau mentega murni, demikianlah warna tanah itu; sama seperti madu tawon murni, demikianlah manis tanah itu. Kemudian Vasettha, di antara mahluk-mahluk yang memiliki sifat serakah (lolajatiko) berkata : 'O apakah ini? Dan mencicipi sari tanah itu dengan jarinya. Dengan mencicipinya, maka ia diliputi oleh sari itu, dan nafsu keinginan masuk dalam dirinya. Mahluk-mahluk lainnya mengikuti contoh perbuatannya, mencicipi sari tanah itu dengan jari-jari ..... mahluk-mahluk itu mulai makan sari tanah, memecahkan gumpalan-gumpalan sari tanah tersebut dengan tangan mereka.

Dan dengan melakukan hal ini, cahaya tubuh mahluk-mahluk itu lenyap. Dengan lenyapnya cahaya tubuh mereka, maka matahari, bulan, bintang-bintang dan konstelasi-konstelasi nampak ..... siang dan malam ..... terjadi.
Demikianlah, Vasettha, sejauh itu bumi terbentuk kembali.

Vasettha, selanjutnya mahluk-mahluk itu menikmati sari tanah, memakannya, hidup dengannya, dan berlangsung demikian dalam masa yang lama sekali. Berdasarkan atas takaran yang mereka makan itu, maka tubuh mereka menjadi padat, dan terwujudlah berbagai macam bentuk tubuh. Sebagian mahluk memiliki bentuk tubuh yang indah dan sebagian mahluk memiliki tubuh yang buruk. Dan karena keadaan ini, mereka yang memiliki bentuk tubuh yang indah memandang rendah mereka yang memiliki bentuk tubuh yang buruk ..... maka sari tanah itupun lenyap ..... ketika sari tanah lenyap ..... muncullah tumbuhan dari tanah (bhumipappatiko). Cara tumbuhnya seperti cendawan ..... Mereka menikmati, mendapatkan makanan, hidup dengan tumbuhan yang muncul dari tanah tersebut, dan hal ini berlangsung demikian dalam masa yang lama sekali ..... (seperti di atas). Sementara mereka bangga akan keindahan diri mereka, mereka menjadi sombong dan congkak, maka tumbuhan yang muncul dari tanah itu pun lenyap. Selanjutnya tumbuhan menjalar (badalata) muncul ..... warnanya seperti dadi susu atau mentega murni, manisnya seperti madu tawon murni ..... Mereka menikmati, mendapatkan makanan dan hidup dengan tumbuhan menjalar itu ..... maka tubuh mereka menjadi lebih padat; dan perbedaan bentuk tubuh mereka nampak lebih jelas; sebagian nampak indah dan sebagian nampak buruk. Dan karena keadaan ini, maka mereka yang memiliki bentuk tubuh indah memandang rendah mereka yang memiliki bentuk tubuh buruk ..... Sementara mereka bangga akan keindahan tubuh mereka sehingga menjadi sombong dan congkak, maka tumbuhan menjalar itu pun lenyap.

Kemudian, Vasettha, ketika tumbuhan menjalar lenyap ..... muncullah tumbuhan padi (sali) yang masak di alam terbuka, tanpa dedak dan sekam, harum, dengan bulir-bulir yang bersih. Pada sore hari mereka mengumpulkan dan membawanya untuk makan malam, pada keesokkan paginya padi itu telah tumbuh dan masak kembali. Bila pada pagi hari mereka mengumpulkan dan membawanya untuk makan siang, maka pada sore hari padi tersebut telah tumbuh dan masak kembali, demikian terus menerus padi itu muncul.

Vasettha, selanjutnya mahluk-mahluk itu menikmati padi (masak) dari alam terbuka, mendapatkan makanan dan hidup dengan tumbuhan padi tersebut, dan hal ini berlangsung demikian dalam masa yang lama sekali. Berdasarkan atas takaran yang mereka nikmati dan makan itu, maka tubuh mereka tumbuh lebih padat, dan perbedaan bentuk mereka nampak lebih jelas. Bagi wanita nampak jelas kewanitaannya (itthilinga) dan bagi laki-laki nampak jelas kelaki-lakiannya (purisalinga). Kemudian wanita sangat memperhatikan tentang keadaan laki-laki, dan laki-laki pun sangat memperhatikan keadaan wanita. Karena mereka saling memperhatikan keadaan diri satu sama lain terlalu banyak, maka timbullah nafsu indriya yang membakar tubuh mereka. Dan sebagai akibat adanya nafsu indriya tersebut, mereka melakukan hubungan kelamin.

Vasettha, ketika mahluk-mahluk lain melihat mereka melakukan hubungan kelamin .........

Catatan:

  • Sutta Pitaka, Digha Nikaya. Departemen Agama RI Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Hindu dan Buddha. Proyek Pengadaan Kitab Suci Buddha, 1983, hal. 19 - 22. Kata-kata yang bergaris bawah adalah dari saya.
  • Abhassara adalah sebuah alam dari 31 alam kehidupan menurut agama Buddha.
  • Kehidupan di alam Abhassara dapat dicapai oleh mereka yang melaksanakan meditasi ketenangan batin (samatha) hingga mencapai tingkat samadhi yang disebut Jhãna II. Bila orang yang telah mencapai tingkat Jhãna II ini meninggal dunia pada waktu ia berada dalam keadaan samadhi pada tingkat Jhãna II, maka ia otomatis akan terlahir kembali sebagai dewa brahma di alam Abhassara.

Kehidupan Manusia di Alam Semesta

Di kalangan masyarakat dan karena pengaruh pandangan atau ajaran dari agama-agama lain, banyak orang menganggap bahwa kehidupan manusia di dunia ini hanya sekali saja. Pandangan ini berbeda sekali dengan agama Buddha, karena dalam Digha Nikaya, Brahmajala Sutta, Sang Buddha menerangkan tentang kehidupan manusia yang telah hidup berulang-ulang kali yang diingat berdasarkan pada kemampuan batin yang dihasilkan oleh meditasi. Sang Buddha mengatakan bahwa:

..... ada beberapa pertapa dan brahmana yang disebabkan oleh semangat, tekad, kesungguhan dan kewaspadaan bermeditasi, ia dapat memusatkan pikirannya, batinnya, menjadi tenang, ia dapat mengingat alam-alam kehidupannya yang lampau pada 1, 2, 3, 4, 5, 10, 20, 30, 40, 50, 100, 1000, beberapa ribu atau puluhan ribu kehidupan yang lampau ..... 1, 2, 3, 4, 5, 10, kali masa bumi berevolusi (bumi terjadi dan bumi hancur, bumi terjadi kembali dan hancur kembali ..... dst.). ..... 20, 30, sampai 40 kali masa bumi berevolusi ..... (tetapi) Tathagata telah menyadari dan mengetahui hal-hal lain yang lebih jauh daripada jangkauan pandangan-pandangan mereka tersebut .....

Telah kita ikuti di atas bahwa menurut pandangan Buddhis, kehidupan atau kelahiran manusia bukan baru sekali saja tetapi telah berulang-ulang kali hidup di bumi ini dan juga hidup di bumi-bumi yang lain. Manusia atau mahluk hidup berpindah-pindah dari sebuah bumi ke bumi yang lain. Perpindahan kehidupan manusia dari sebuah bumi ke bumi yang lain disebabkan karena bumi yang dihuninya telah hancur lebur atau kiamat, maka setelah kematiannya di bumi tersebut ia terlahir di alam Abhassara (alam cahaya). Kelahiran di alam Abhassara ini dapat dicapai oleh orang yang melakukan meditasi ketenangan batin (samatha bhãvana). Alam Abhassara adalah sebuah alam dari 31 alam kehidupan menurut kosmologi alam kehidupan Buddhis. Tentang 31 alam ini lihatlah TABEL ALAM-ALAM KEHIDUPAN. Bila seseorang bermeditasi samatha bhãvana hingga mencapai tingkat Jhãna II, dan kalau orang tersebut meninggal dunia dalam kondisi meditasi pada Jhãna II tersebut maka ia akan terlahir sebagai Brahma di alam Abhassara dan hidup dengan masa usia yang lama sekali.

Dari ke 31 alam, kecuali lima alam Suddhavasa yaitu alam Aviha, Atappa, Sudassa, Sudassi dan Akanittha, adalah alam lokuttara (transenden) tempat kelahiran para Anagami*. Anagami adalah manusia atau mahluk yang telah melenyapkan 5 belenggu (samyojana)** dari 10 belenggu yang mengikat manusia. Anagami adalah manusia atau mahluk suci (ariya pugala) dari empat macam manusia suci menurut agama Buddha, yaitu : Sotapanna, Sakadagami, Anagami dan Arahat. Anagami akan mencapi tingkat kesucian tertinggi (arahat) di salah satu alam Suddhavasa ini, dan ia parinibbana sebagai arahat di alam ini pula.

Manusia pada umumnya telah berulang-ulang kali masuk keluar hidup di 26 alam kehidupan. Kelahiran manusia di salah sebuah alam tergantung pada amal perbuatannya semasa hidupnya di sebuah alam.


[Pengantar]


Fakta-fakta Historis

http://id.wikipedia .org/wiki/ Manusia_Piltdown
Penipuan tengkorak manusia tertua:

Manusia Piltdown (Eoanthropus dawsoni) adalah sebuah penipuan yang mungkin dilakukan oleh Charles Dawson dan/atau orang-orang lainnya terhadap para palentologis dari November 1912 hingga terbongkar pada tahun 1953.

Ada dua alasan mengapa penipuan ini bisa bertahan selama 40 tahun. Pertama, ia memuaskan keinginan orang-orang Eropa agar manusia terawal berasal dari Eurasia, dan kedua, orang Inggris juga menginginkan seorang "manusia pertama dari Inggris" setelah kabar ditemukannya manusia purba di Perancis dan Jerman (Manusia Neanderthal). Rasa cemburu inilah yang menyebabkan tengkorak dan rahang palsu tersebut disimpan dan dihindarkan dari mata publik.


http://organisasi. org/sejarah_ penemuan_ fosil_manusia_ purba_manusia_ kera_dan_ manusia_modern_ teori_perkembang an_evolusi_ antar_waktu_ arkeologi_ biologi

Mon, 25/09/2006 - 11:06pm

A. Manusia Kera dari Afrika Selatan

  • Australopithecus Africanus
  • Paranthropus Robustus dan Paranthropus Transvaalensis

B. Manusia Purba / Homo Erectus

  • Sinanthropus Pekinensis
  • Meganthropus Palaeojavanicus / Manusia Raksasa Jawa
  • Manusia Heidelberg
  • Pithecanthropus Erectus

C. Manusia Modern

  • Manusia Swanscombe - Berasal dari Inggris
  • Manusia Neandertal - Ditemukan di lembah Neander
  • Manusia Cro-Magnon / Cromagnon / Crogmanon - Ditemukan di gua Cro-Magnon, Lascaux Prancis. Dicurigai sebagai campuran antara manusia Neandertal dengan manusia Gunung Carmel.
  • Manusia Shanidar - Fosil dijumpai di Negara Irak
  • Manusia Gunung Carmel - Ditemukan di gua-gua Tabun serta Skhul Palestina
  • Manusia Steinheim - Berasal dari Jerman

http://www.gatra. com/artikel. php?id=25623

Manusia australia 50 ribu tahun yang lalu


http://www.redrival .com/evolusi/ asal_usul_ manusia.pdf

Manusia kenya,100 rb tahun yang lalu


http://www.kompas. com/teknologi/ news/0512/ 29/163251. htm

Manusia pertama di asia bukan Afrika,
fosil hominid berotak kecil dan berusia 1,75 juta tahun di Dmanisi, Georgia dan fosil manusia kerdil Homo floresiensis di Pulau Flores, Indonesia berusia 18 ribu tahun.

Salah satu bukti manusia purba di Asia pada awal periode tersebut adalah tengkorak berusia 1,8 juta tahun di Mojokerto.


http://www.kompas. com/teknologi/ news/0306/ 12/153142. htm

Tiga tengkorak yang telah memfosil ditemukan di Ethiopia, dan disebut-sebut sebagai salah satu penemuan terpenting dalam usaha mencari asal-usul manusia. Tengkorak dari dua orang dewasa dan satu anak-anak tersebut diperkirakan berumur 160.000 tahun. Ketiganya digali dari lapisan sedimen di dekat desa Herto di wilayah Afar, sebelah timur Ethiopia. Mereka ditengarai merupakan fosil manusia modern (Homo sapiens) yang tertua di dunia


http://ms.wikipedia .org/wiki/ Manusia_Peking

Manusia Peking (kini kadangkala dikenali sebagai Manusia Beijing), juga dikenali sebagai Sinanthropus pekinensis (masa ini Homo erectus pekinensis), merupakan suatu contoh Homo erectus. Rangka ini mulai pertama sekali dijumpai pada 1923-27 semasa penggalian di Zhoukoudian (Choukoutien) berhampiran Beijing (Peking), China. Jumpaan ini bertarikh sekitar 250,000-400, 000 tahun ketika pada zaman Pleistocene.

Bukti PERADABAN manusia tertua adalah dikisaran 400.000 tahun s/d 25.000 tahun SM:

http://www.lemuria.net/lemuria-timeline.html




Kumari Kandam and Lemuria

(http://en.wikipedia.org/wiki/Lemuria_(continent))

"Lemuria" in Tamil nationalist mysticist literature, connecting Madagascar, South India and Australia (covering most of the Indian Ocean). Mount Meru stretches southwards from Sri Lanka.

Kumari Kandam is a sunken kingdom sometimes compared with Lemuria. According to these modernist interpretations of motifs in classical Tamil literature — the epics Cilappatikaram and Manimekalai that describe the submerged city of Puhar — the Dravidians originally came from land south of the present day coast of South India that became submerged by successive floods. There are various claims from Tamil authors that there was a large land mass connecting Australia and the present day Tamil Nadu coast.


http://ms.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Mexico
Mexico ialah sebuah negara di Amerika Utara yang merupakan negara bertuturkan bahasa Sepanyol yang terbesar di dunia. Sejarah Mexico bermula dengan ketibaan sejumlah penduduk orang asli yang besar pada sekitar 12,500 tahun dahulu, dengan petempatan-petempatan mungkin telah wujud seawal 20,000 tahun dahulu di sana. Kaum kerabat puak kuno ini membina sebuah tamadun yang maju dan yang berkembang pesat dari tahun 1200 SM hingga tahun 1521.

--------

Dari dua contoh peradaban lebih tua dari bangsa SUMERIA, tidak ada satupun menyangkut kata ADAM dan HAWA baik dari Bible maupun AQ..

perlu diketahui bahwa Samapai kedatangan orang Kristen di amerika MEREKA tidak kenal sama sekalipun dengan ALLAH/MUSA/NUH/ADAM


[Pengantar]


Early Modern Homo sapiens

http://anthro.palomar.edu/homo2/mod_homo_4.htm


All people today are classified as Homo sapiens sapiens--i.e., the sapiens variety of the species Homo sapiens. The first began to appear nearly 200,000 years ago in association with technologies not unlike those of the early Neandertals. It is now clear that they did not come after the Neandertals but were their contemporaries. However, it is likely that both modern humans and Neandertals descended from Homo heidelbergensis.


Compared to the Neandertals and other late archaic Homo sapiens, modern humans generally have more delicate skeletons. Their skulls are more rounded and their brow ridges generally protrude much less. They rarely have the occipital buns found on the back of Neandertal skulls. They also have relatively high foreheads and pointed chins.


The first fossils of early modern humans to be identified were found in 1868 in a 27,000-23,000 year old rock shelter site near the village of Les Eyzies click this icon to hear the preceding term pronouncedin southwestern France. They were subsequently named the Cro-Magnon click this icon to hear the preceding term pronouncedpeople. They were very similar in appearance to modern Europeans. Males were 5 feet 4 inches to 6 feet tall (1.6-1.8 m.) That was 4-12 inches (10-31 cm.) taller than Neandertals. Their skeletons and musculature generally were less massive than the Neandertals. The Cro-Magnon had broad, small faces with pointed chins and high foreheads. Their cranial capacities were up to 1590 cm3, which is relatively large even for people today.


Origins of Modern Humans

Current data suggest that modern humans evolved from archaic Homo sapiens primarily in East Africa. A 195,000 year old fossil from the Omo 1 site in Ethiopia shows the beginnings of the skull changes that we associate with modern people, including a rounded skull case and possibly a projecting chin. A 160,000 year old skull from the Herto site in the Middle Awash area of Ethiopia also seems to be at the early stages of this transition. It had the rounded skull case but retained the large brow ridges of archaic Homo sapiens. Somewhat more advanced transitional forms have been found at Laetoli in Tanzania dating to about 120,000 years ago. By 115,000 years ago, early modern humans had expanded their range to South Africa and into Southwest Asia shortly after 100,000 years ago. Evidently, they did not appear elsewhere in the Old World until 60,000-40,000 years ago. This was during a short temperate period in the midst of the last ice age.

Important Early Modern Homo sapiens Sites


Date of Fossil
(years ago)



East Africa:


Herto, Middle Awash

160,000-154,000

Omo 1

195,000

Laetoli

120,000

South Africa:


Border Cave

115,000-90,000

Klasies River Mouth

90,000

Israel:


Skhul and Qafzeh

92,000

Australia:


Lake Mungo

60,000-46,000

Asia:


Ordos (Mongolia)

40,000-20,000?

Liujiang (China)

139,000-11,000?

Zhoukoudian upper cave
(China)

27,0000

Europe:


Peştera cu Oase (Romania)

36,000-34,000

Combe Capelle (France)

35,000-30,000

Mladeč and Předmostí
(Czech Republic)

35,000-25,000

Cro-Magnon (France)

27,000-23,000


Note: Artifactual evidence indicates that modern humans were in Europe by at least 40,000 and possibly as
early as 46,000 years ago. Dating of the earliest modern human fossils in Asia is less secure, but it is likely
that they were present there by around 60,000 years ago.


It would seem from these dates that the location of initial modern Homo sapiens evolution and the direction of their dispersion from that area is obvious. That is not the case. Since the early 1980's, there have been two leading contradictory models that attempt to explain modern human evolution--the replacement model and the regional continuity model.


The replacement model of Christopher Stringer and Peter Andrews proposes that modern humans evolved from archaic Homo sapiens 200,000-150,000 years ago only in Africa and then some of them migrated into the rest of the Old World replacing all of the Neandertals and other late archaic Homo sapiens beginning around 100,000 years ago. If this interpretation of the fossil record is correct, all people today share a relatively modern African ancestry. All other lines of humans that had descended from Homo erectus presumably became extinct. From this view, the regional anatomical differences that we see among humans today are recent developments--evolving mostly in the last 40,000 years. This hypothesis is also referred to as the "out of Africa", "Noah's ark" and "African replacement" model.


The regional continuity (or multiregional evolution) model advocated by Milford Wolpoff, of the University of Michigan, proposes that modern humans evolved more or less simultaneously in all major regions of the Old World from local archaic Homo sapiens. For example, modern Chinese are seen as having evolved from Chinese archaic Homo sapiens and ultimately from Chinese Homo erectus. This would mean that the Chinese and some other peoples in the Old World have great antiquity in place. Supporters of this model believe that the ultimate common ancestor of all modern people was an early Homo erectus in Africa who lived at least 1.8 million years ago. It is further suggested that since then there was sufficient gene flow between Europe, Africa, and Asia to prevent long-term reproductive isolation and the subsequent evolution of distinct regional species. It is argued that intermittent contact between people of these distant areas would have kept the human line a single species at any one time. However, regional varieties, or subspecies, of humans are expected to have existed.













graphic illustrations of the replacement and the regional continuity models


Replacement Model Arguments

There are two sources of evidence supporting the replacement model--the fossil record and DNA. So far, the earliest finds of modern Homo sapiens skeletons come from Africa. They date to at least nearly 200,000 years ago on that continent. They appear in Southwest Asia by at least 100,000 years ago and elsewhere in the Old World by 60,000-40,000 years ago. Unless modern human remains dating to 200,000 years ago or earlier are found in Europe or East Asia, it would seem that the replacement model better explains the fossil data for those regions. However, the DNA data supporting a replacement are more problematical.


Beginning in the 1980's, Rebecca Cann, at the University of California, argued that the geographic region in which modern people have lived the longest should have the greatest amount of genetic diversity today. Through comparisons of mitochondrial DNA sequences from living people throughout the world, she concluded that Africa has the greatest genetic diversity and, therefore, must be the homeland of all modern humans. Assuming a specific, constant rate of mutation, she further concluded that the common ancestor of modern people was a woman living about 200,000 years ago in Africa. This supposed predecessor was dubbed "mitochondrial Eve" click this icon to hear the preceding term pronounced. More recent genetic research at the University of Chicago and Yale University lends support to the replacement model. It has shown that variations in the DNA of the Y chromosome and chromosome 12 also have the greatest diversity among Africans today. John Relethford and other critics of the replacement model, have pointed out that Africa could have had the greatest diversity in DNA simply because there were more people living there during the last several hundred thousand years. This would leave open the possibility that Africa was not necessarily the only homeland of modern humans.


Critics of the genetic argument for the replacement model also point out that the rate of mutation used for the "molecular clock" is not necessarily constant, which makes the 200,000 year date for "mitochondrial Eve" unreliable. The rate of inheritable mutations for a species can vary due to a number of factors including, generation time, the efficiency of DNA repair within cells, and varying amounts of natural environmental mutagens. In addition, some kinds of DNA molecules are known to be more subject to mutation than others, resulting in faster mutation rates. This seems to be the case with the Y chromosome in human males.


Further criticism of the genetic argument for the replacement model has come from geneticists at Oxford University. They found that the human betaglobin gene is widely distributed in Asia but not in Africa. Since this gene is thought to have originated more than 200,000 years ago, it undercuts the claim that an African population of modern Homo sapiens replaced East Asian archaic Homo sapiens less than 60,000 years ago.


Regional Continuity Model Arguments

Fossil evidence also is used to support the regional continuity model. Its advocates claim that there has been a continuity of some anatomical traits from archaic Homo sapiens to modern humans in Europe and Asia. In other words, the Asian and European physical characteristics have antiquity in these regions going back over 100,000 years. They point to the fact that many Europeans have relatively heavy brow ridges and a high angle of their noses reminiscent of Neandertals. Similarly, it is claimed that some Chinese facial characteristics can be seen in an Asian archaic Homo sapiens fossil from Jinniushan dating to 200,000 years ago. Like Homo erectus, East Asians today commonly have shovel-shaped incisors while Africans and Europeans rarely do. This supports the contention of direct genetic links between Asian Homo erectus and modern Asians. Alan Thorne of the Australian National University believes that Australian aborigines click this icon to hear the preceding term pronouncedshare key skeletal and dental traits with pre-modern people who inhabited Indonesia at least 100,000 years ago. The implication is that there was no replacement by modern humans from Africa 60,000-40,000 years ago. However, the evidence does not rule out gene flow from African populations to Europe and Asia at that time and before. David Frayer, of the University of Kansas, believes that a number of European fossils from the last 50,000 years have characteristics that are the result of archaic and modern Homo sapiens interbreeding.


Assimilation Model

It is apparent that both the complete replacement and the regional continuity models have difficulty accounting for all of the fossil and genetic data. What has emerged is a new hypothesis known as the assimilation (or partial replacement) model. It takes a middle ground and incorporates both of the old models. Günter Bräuer, of the University of Hamburg in Germany, proposes that the first modern humans did evolve in Africa, but when they migrated into other regions they did not simply replace existing human populations. Rather, they interbred to a limited degree with late archaic Homo sapiens resulting in hybrid populations. In Europe, for instance, the first modern humans appear in the archaeological record rather suddenly shortly around 40,000 years ago.


The abruptness of the appearance of these Cro-Magnon people could be explained by their migrating into the region from Southwest Asia and possibly North Africa. They apparently shared Europe with Neandertals for another 12,000 years. During this long time period, it is argued that interbreeding occurred and that the partially hybridized predominantly Cro-Magnon population ultimately became modern Europeans. In 2003, a discovery was made in a Romanian cave named Peştera cu Oase that supports this hypothesis. It was a partial skeleton of a 15-16 year old male Homo sapiens who lived about 30,000 years ago or a bit earlier. He had a mix of old and new anatomical features. The skull had characteristics of both modern and archaic Homo sapiens. This could be explained as the result of interbreeding with Neandertals according to Erik Trinkaus of Washington University in St. Louis. Alan Templeton, also of Washington University, reported that a computer-based analysis of 10 different human DNA sequences indicates that there has been interbreeding between people living in Asia, Europe, and Africa for at least 600,000 years. This is consistent with the hypothesis that humans expanded again and again out of Africa and that these emigrants interbred with existing populations in Asia and Europe. It is also possible that migrations were not only in one direction--people could have migrated into Africa as well.


Expansion Out of the Old World

The global population of modern Homo sapiens began to grow rapidly around 50,000-40,000 years ago. It was around that time they began to migrate into regions not previously occupied by people. Their movement into far northern areas coincided with the end of a long cold period during the last major ice age that had begun about 75,000 years ago. Modern humans apparently moved into Australia for the first time between 60,000 and 46,000 years ago. Since Australia was not connected to Southeast Asia by land, it is probable that the first Australians arrived by simple boats or rafts. Around 35,000-30,000 years ago, human big game hunters moved into Northeastern Siberia. Some of them migrated into North America via the Bering Plain (or Beringia click this icon to hear the preceding term pronounced) 20,000-15,000 years ago or possibly somewhat earlier. That intercontinental land connection appeared between Siberia and Alaska as a result of sea levels dropping more than 300 feet during the final major cold period of the last ice age. Until that time, all human evolution had occurred in the Old World. The rate of human population growth has continued to accelerate since then. The current world population is over 6.6 billion and intercontinental migration and gene flow are at higher levels than ever before.


A consequence of human migrations into new regions of the world has been the extinction of many animal species indigenous to those areas. By 11,000 years ago, human hunters in the New World apparently had wiped out 135 species of mammals, including 3/4 of the larger ones. Most of these extinctions apparently occurred within a few hundred years. It is likely that the changing climate at the end of the last ice age was also a contributing factor. However, the same cannot be said for the animal extinctions that occurred following the arrival of aboriginal people in Australia and Polynesians in New Zealand. In both cases, humans were instrumental in wiping out easily hunted species. Large vulnerable marsupials were the main victims in Australia. Within 5,000 years following the arrival of humans, approximately 90% of the marsupial species larger than a domesticated cat had become extinct there. In New Zealand, it was mostly large flightless birds that were driven to extinction by hunters following their arrival in the 10th century A.D.


It is sobering to realize that the rate of animal and plant extinction has once again accelerated dramatically. During the last century and a half, the explosion in our global human population and our rapid technological development has allowed us to move into and over-exploit most areas of our planet. That exploitation has usually involved cutting down forests, changing the courses of rivers, pushing wild animals and plants out of farm and urban areas, polluting wetlands with pesticides and other man-made chemicals, and industrial-scale hunting of large land animals, whales, and fish. During the early 19th century, there were at least 40,000,000 bison roaming the Great Plains of North America. By the end of that century, there were only a few hundred remaining. They had been hunted to near extinction with guns. The same fate came to the African elephant and rhinoceros during the 20th century. Likewise, commercial fishermen have depleted one species of fish after another during the last half century. Governments have had to step in to try to stem the tide of these human population effects on other species. However, they have been only marginally successful. The World Conservation Union conservatively estimates that 7,266 animal species and 8,323 plant and lichen species are now at risk of extinction primarily due to human caused habitat degradation. The endangered list includes 1/3 of all amphibian species, nearly 1/2 of the turtles and tortoises, 1/4 of the mammals, 1/5 of the sharks and rays, and 1/8 of the birds. This list does not include the many millions of species that are still unknown to science. It is likely that most of them will become extinct before they can be described and studied.


People Today

Are we genetically different from our Homo sapiens ancestors who lived 10-20,000 years ago? The answer is almost certainly yes. In fact, it is very likely that the rate of evolutionary change for our species has continuously accelerated since the end of the last ice age, roughly 10,000 years ago. This is mostly due to the fact that our human population has explosively grown and moved into new kinds of environments, including cities. As a consequence, we have been subject to new natural selection pressures. For instance, our larger and denser populations have made it far easier for contagious diseases, such as tuberculosis, small pox, and the plague, to rapidly spread through communities and wreak havoc. This has exerted strong selection for individuals who were fortunate to have immune systems that allowed them to survive. We have been exposed to new kinds of environmental pollution that can cause increased mutation rates. There has been a marked change in diet for most people around the globe to one that is less varied and now predominantly vegetarian with a heavy dependence on foods made from cereal grains. It is not entirely clear what all of the consequences of these environmental and behavioral changes have been. However, it does appear that the average human body size has become somewhat shorter over the last 10,000 years.


Finally, can we say what direction human evolution will take in the future? This is a fascinating question to consider but impossible to answer because of innumerable unknown factors. Though, it is certain that we will continue to evolve until we reach the point of extinction.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar